- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Internet of Things (IoT) Makin Mengubah Dunia, Kenali Peran Programmer hingga Insinyur IoT yang Dibutuhkan di Masa Depan
Salah satu contoh perjalanan talenta Indonesia di bidang ini dapat dilihat dari Firmansyah Helmi Kurniawan atau Firman Kurniawan. Ia menempuh pendidikan D4 Teknik Multimedia dan Jaringan sebelum mengembangkan karier di bidang telekomunikasi dan IoT.
Pengalamannya mencakup kompetisi teknologi, riset akademik, hingga pengembangan produk. Firman tercatat sebagai co-author pada dua publikasi internasional yang diindeks IEEE dan Google Scholar, masing-masing mengenai sistem GPS Tracking untuk perkebunan sawit dalam ICICoS 2025 dan pemodelan sinyal detak jantung Indonesia pada ICOCIE 2024. Ia juga menulis buku referensi IoT yang diterbitkan PNJ Press mengenai monitoring tandon air hidroponik.
Di dunia industri, Firman bekerja sebagai Product Development Engineer di PT Mitra Akses Globalindo (MAGNET). Bersama timnya, ia terlibat dalam pengembangan Prismax, platform komunikasi data untuk wilayah rural yang mengintegrasikan protokol IP dan non-IP. Produk tersebut pernah dipamerkan dalam CommunicAsia Singapore dengan fasilitasi Kementerian Perindustrian RI.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan di bidang IoT dapat berada di persimpangan antara pemrograman, jaringan, perangkat keras, riset, dan pengembangan produk. Jalurnya pun tidak selalu bermula dari satu profesi tertentu. Kemampuan dapat berkembang mengikuti kebutuhan teknologi dan pengalaman yang dibangun.
- ist
Pada akhirnya, pertumbuhan IoT bukan sekadar tentang berapa banyak perangkat yang terkoneksi. Perubahan yang lebih besar terjadi ketika data dari perangkat tersebut mulai menjadi bagian dari cara manusia mengelola kota, industri, transportasi, pertanian, kesehatan, dan berbagai layanan lainnya.
Dengan proyeksi jumlah perangkat IoT yang terus meningkat hingga puluhan miliar dalam satu dekade mendatang, kebutuhan terhadap talenta yang mampu membangun dan mengelola ekosistem tersebut juga akan semakin penting.
Tantangan Indonesia ke depan bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi memastikan semakin banyak tenaga profesional yang mampu menciptakan, mengembangkan, dan mengadaptasi teknologi untuk kebutuhan di dalam negeri. (udn)