- dok.kolase tvone/ instagram @ : X/Steve_ADF
Penjelasan Lengkap Polisi soal Kasus Dugaan Bunuh Diri di Kawasan GBK, Sosok Dermawan Fajar Sahrudin jadi Sorotan
Jakarta, tvonenews.com- Kasus dugaan bunuh diri di GBK masih menjadi perbincangan hangat publik di media sosial. Juga muncul berbagai dugaan yang mengarah satu nama Fajar Sahrudin.
Siapa pria bernama Fajar Sahrudin? Mengapa dia dikenal sebagai sosok dermawan dan pecinta binatang?. Berikut informasi lengkapnya dirangkum tvonenews.com dan berdasarkan keterangan Kepolisian.
Perlu untuk diketahui, kalau Fajar Sahrudin viral di medsos karena beberapa cuitannya di X yang berbunyi ingin melakukan tindakan bunuh diri sampai curhatan diri soal kehidupan.
- X/Steve_ADF
Sehubungan dengan kasus dugaan bunuh diri di GBK ini, pihak kepolisian pun memberikan penjelasan lengkap terkait hal tersebut. Informasi ini bisa menjawab dan meluruskan dugaan-dugaan liar terkait Fajar Sahrudin.
Dalam keterangannya, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyampaikan kalau kabar meninggalnya Fajar Sahrudin benar adanya.
Tim melakukan olah TKP dan penyelidikan atas penemuan jenazah di Pintu 10 GBK pada Minggu (6/9) dini hari. Identitasnya diketahui, pria berinisial FS (31) merupakan warga Kedaung, Kemiling, Lampung, ditemukan dalam kondisi terbaring di area taman sekitar Pintu 10 GBK.
Disampaikan juga kalau Penemuan jenazah FS, bermula dari pencarian yang dilakukan pihak yang mengenal FS setelah merasa khawatir dengan kondisi yang bersangkutan.
Menurut Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo bahwa, petugas telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan awal bersama fungsi terkait.
“Petugas telah melakukan pengecekan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi serta Dokkes. Dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” ujar AKBP Dhimas dalam keterangannya yang diterima TVOnenews.com pada Selasa (8/9).
Fakta selanjut yang disampaikan Polisi, terkait barang bukti yang ditemukan di TKP. Berdasarkan pemeriksaan awal, FS diduga mengakhiri hidupnya dengan cara meminum air minum kemasan yang mengandung racun.
Namun, kepolisian masih melakukan upaya pemeriksaan barang bukti (BB) untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
"sedang dilakukan upaya mengajukan cek labfor terkait BB di TKP," katanya, kepada tvonenews.com, Rabu (9/9).