news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fajar Sahrudin yang ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri di GBK.
Sumber :
  • Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Rabu, 9 September 2026 - 12:46 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin terus menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial X. Sejumlah unggahan terkait Fajar juga mengundang simpati warganet.

Peristiwa tersebut bermula dari sebuah unggahan terjadwal (scheduled post) yang disebut berisi pesan terakhir Fajar dan tayang secara otomatis pada 5 September 2026.

Tak lama setelah unggahan tersebut menyebar di media sosial, Fajar kemudian ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Fajar Sahrudin, pria yang diduga bunuh diri di kawasan GBK
Sumber :
  • Instagram/Threads @fajardawnvirgo

TRIGGER WARNING: Artikel ini membahas bunuh diri dan kematian yang mungkin terasa sensitif bagi sebagian pembaca. Informasi yang disajikan tidak dimaksudkan untuk mendorong atau menginspirasi tindakan serupa.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami krisis emosional atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan dari tenaga profesional, seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan terdekat.
 

Kabar tersebut kemudian mendapat perhatian luas karena sejumlah informasi mengenai kehidupan pribadi Fajar turut beredar di media sosial.

Pesan Terakhir Fajar

Salah satu hal yang menjadi perhatian warganet adalah adanya pesan yang disebut ditujukan Fajar kepada sang kakak.

Dalam pesan tersebut, Fajar disebut menyampaikan sejumlah permintaan terkait berbagai hal yang ditinggalkannya. Salah satunya berkaitan dengan rekening miliknya.

Namun, isi pesan secara keseluruhan sebaiknya dipahami secara hati-hati karena sebagian informasi yang beredar berasal dari unggahan media sosial dan belum seluruhnya dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Sebelum mengambil keputusan yang mengakhiri hidupnya, Fajar Sahrudin diketahui telah mempersiapkan berbagai keperluan secara terencana. Beragam catatan mengenai persiapannya kemudian ia dokumentasikan melalui situs web autobiografi pribadinya.

Catatan tersebut berisi sejumlah aktivitas yang dilakukan Fajar menjelang hari terakhirnya. Salah satunya tercatat pada H-1, ketika ia mengunggah dokumentasi terkait sejumlah urusan yang telah disiapkannya.

Dalam unggahan tersebut terdapat bukti donasi kepada sejumlah lembaga sosial dengan nilai total puluhan juta rupiah, foto barang yang disiapkan sebagai hadiah untuk orang-orang di sekitarnya, serta beberapa surat tulisan tangan yang dibuat secara personal.

Salah satu surat tersebut ditujukan kepada kakak keduanya, Hendra. Dalam surat itu, Fajar terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf sekaligus menitipkan sejumlah pesan kepada sang kakak.

Fajar meminta Hendra untuk menjaga makam kedua orang tua mereka serta merawat rumah keluarga yang berada di Lampung.

"Aku titip makam mamak dan bapak ke kamu ya. Aku juga titip rumah tolong dirawat dengan baik. Rumah itu adalah milik kalian. Tolong jangan diberikan kepada siapa pun," tulis Fajar dalam surat tersebut, dikutip dari autobiografinya, Selasa (8/9/2026).

Selain urusan keluarga, Fajar juga menuliskan pesan terkait kondisi keuangan yang akan ditinggalkannya. Ia menyebut telah menjadwalkan transfer sejumlah dana ke rekening milik Hendra.

Fajar menegaskan bahwa uang tersebut bukan merupakan warisan, melainkan bantuan untuk menunjang kehidupan keluarganya. Ia juga menitipkan pesan agar rekening pribadinya tidak diutak-atik setelah dirinya meninggal dunia.

"Aku udah jadwalin transfer uang ke rekening kamu, itu bukanlah warisan tapi dana bantuan hidup buat kalian."

"Semoga kehidupan kalian bisa jadi lebih baik dari yang sekarang."

"Tolong jangan utak-atik rekeningnya, biarkanlah seperti itu. Jika ada tagihan kartu kredit dari bank tolong jangan direspon. Kalian bukanlah ahli waris jadi tidak memiliki kewajiban, aku juga tidak punya aset atas namaku. Semua milik kalian," tulis Fajar.

Catatan tersebut menjadi bagian dari dokumentasi pribadi Fajar yang kemudian mendapat perhatian publik setelah kabar mengenai dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, mencuat di media sosial.

Isi surat terakhir Fajar Sahrudin untuk kakak keduanya, Hendra.
Sumber :
  • Figma/Fajar Sahrudin

Sebelumnya, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah Fajar ditemukan meninggal dunia di sekitar Pintu 10 GBK.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, pemeriksaan awal terhadap bagian luar tubuh korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

“Petugas telah melakukan pengecekan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi serta Dokkes. Dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” ujar AKBP Dhimas dalam keterangannya yang diterima tvOnenews.com pada Selasa (8/9).

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara barang bukti yang ditemukan di lokasi turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Jenazah Fajar kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di tengah ramainya pembahasan mengenai kasus tersebut, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial sebelum adanya keterangan resmi dari pihak berwenang.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan berat atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera cari bantuan dari orang tepercaya atau tenaga profesional. Dalam situasi darurat, hubungi layanan kegawatdaruratan setempat. (ism/klw)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:11
01:08
01:00
01:38
01:31
01:03

Viral