- Istimewa
Sorot Ancaman Era Digital dan AI, Pakar Teknologi Tekankan Masalah Kedaulatan Data dan Kualitas SDM
Jakarta, tvOnenews.com - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan arus informasi global yang masif, dinilai membawa tantangan baru bagi ketahanan nasional. Terkhususnya menyangkut penurunan daya kritis kognitif generasi muda serta kerentanan privasi data.
Praktisi teknologi informasi dan manajemen, Muhammad Al Husaini, menilai bahwa ketahanan sebuah bangsa di era AI tidak hanya bertumpu pada pertahanan fisik, melainkan pada ketahanan kognitif sumber daya manusia dan kedaulatan ruang digital.
Al Husaini menyoroti fenomena degradasi fokus dan melemahnya kapasitas analitis akibat konsumsi berlebih konten digital dangkal tanpa filter. Menurutnya, ketergantungan pada algoritma media sosial yang dirancang memicu kepuasan instan berisiko mengikis kemampuan berpikir kritis generasi produktif.
"Ketahanan nasional bermula dari kualitas kognitif manusianya. Ketika ruang digital dibanjiri arus informasi instan yang memicu penurunan daya nalar, kita menghadapi risiko melemahnya daya saing bangsa. Penetrasi teknologi harus diimbangi dengan literasi digital yang kokoh dan perlindungan data pribadi agar masyarakat tidak menjadi objek eksploitasi pihak asing," ujar Al Husaini di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Pandangan tersebut berangkat dari rekam jejak profesional pria kelahiran Jakarta, 9 Mei 1985 ini yang telah berkecimpung lebih dari satu dekade di industri teknologi informasi, tata kelola manajemen korporasi, hingga kebijakan publik.
Di bidang akademis, Al Husaini menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Informatika di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2007 dengan predikat wisudawan terbaik. Ia kemudian memperdalam keilmuan strategis dengan meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Trisakti pada 2016 dengan predikat cum laude.
Komitmennya pada pengembangan kapasitas terbukti melalui sederet sertifikasi profesional internasional, antara lain spesialisasi Business Analytics dari Wharton School University of Pennsylvania, Operations Systems Excellence dari University of London, Health Information Technology dari Johns Hopkins University, serta sertifikasi jaringan profesional Cisco.
Karier profesionalnya bermula sebagai perekayasa sistem jaringan di PT Nusantara Compnet Integrator dan pengembang sistem di Bank Indonesia. Pengalaman teknisnya kemudian teruji di level multinasional saat menjabat sebagai Service Delivery Manager di PT Packet Systems Indonesia (Logicalis Metrodata Group) selama delapan tahun, termasuk penugasan internasional sebagai tenaga ahli infrastruktur jaringan di proyek Freeport-McMoRan Afrika di Republik Demokratik Kongo pada 2011.