- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Viral Video Pria Kanada Ramalkan Gempa M9 Bakal Guncang Indonesia, BMKG Ungkap Fakta Sebenarnya
"Wilayah Indonesia terletak di daerah yang rawan gempa, sudah berkali-kali juga kita sosialisasikan, ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif. Namun kapan dan di mana secara pasti tidak bisa dipastikan. Belum ada teknologi yang memprediksi gempa secara tepat waktu dan lokasinya," jelas Wijayanto.
Dengan demikian, kewaspadaan terhadap ancaman gempa tetap diperlukan. Tetapi kewaspadaan tersebut berbeda dengan mempercayai ramalan yang mengklaim dapat menentukan waktu atau lokasi gempa secara spesifik.
Masyarakat justru dianjurkan mengikuti informasi dari sumber resmi agar tidak terjebak informasi yang dapat menimbulkan kepanikan.
BMKG Sebut Ramalan yang Terlihat Tepat Bisa Jadi Kebetulan
Wijayanto juga menanggapi kemungkinan adanya ramalan gempa yang kemudian terlihat sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Menurutnya, kecocokan semacam itu tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti bahwa seseorang mampu memprediksi gempa.
Hal tersebut perlu dilihat dalam konteks tingginya aktivitas kegempaan di Indonesia. Dengan kondisi tersebut, kemungkinan sebuah prediksi umum terlihat cocok dengan kejadian gempa tetap terbuka.
"Ramalan itu kebetulan saja. Secara rata-rata di Indonesia terjadi 2 kali gempa per tahun dengan magnitudo M >7,0, bahkan di 2026 sampai Agustus ini sudah ada 2x gempa M>7,0 (Flores, Malut)," tuturnya.
Karena itu, video yang menyebut Indonesia akan diguncang gempa M7 hingga M9 tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan kapan bencana tersebut akan terjadi.
BMKG mengingatkan bahwa gempa dapat berlangsung kapan saja, tetapi sampai saat ini belum ada metode ilmiah yang mampu memastikan waktu dan lokasi gempa secara tepat. Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, serta mengandalkan informasi resmi dalam menghadapi potensi bencana. (udn)