- tvOne / Antara
Siapa Setyo Budi Mularso? Bos Sound Horeg Aeromax yang Viral Sebut MUI Jatim “Goblok” di TV Nasional
“Kemudian, terkait dengan tuduhan kalau kami di MUI misalnya adalah dengan cara bahasa beliau tadi (digoblokan), mohon maaf, kami ini kemudian bukan masuk dengan tiba-tiba masuk, tapi ada seleksinya. Kami diambil dari organisasi Islam, tidak sembarangan orang kemudian berada di sana,” ungkap Ma’ruf.
Ia kemudian mengibaratkan sikap MUI seperti polisi yang menghentikan pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga masyarakat.
“Kami justru, ya, justru yang kami lakukan dari MUI ini adalah menjaga. Ibarat ada seorang polisi, ya, ada di kepolisian, lalu kemudian ada orang naik motor tidak pakai helm, oleh polisi dihentikan, itu adalah bagian kecintaan dia terhadap masyarakat supaya kalau ada apa-apa dia tidak sampai terjerumus kepada hal-hal yang berat. Memang seperti biasa, bagi saya kami dituduh seperti itu biasa,” tambahnya.
Ma’ruf juga mengatakan tidak mempermasalahkan ucapan Setyo secara berlarut-larut. Bahkan, setelah acara berlangsung, keduanya sempat berfoto bersama.
“Ya tidak masalah, kami selalu belajar dan belajar. Setelah acara itu sudah foto bersama,” jelas Ma’ruf.
Setelah pernyataannya viral, Setyo kemudian menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Dalam video yang direkam pada Rabu, 9 September 2026, ia mengaku menyesal atas perkataannya dan meminta maaf kepada MUI Jawa Timur, MUI Jawa Tengah, MUI Pusat, serta MUI Kabupaten Karanganyar.
“Saya sangat menyesal atas perkataan saya terhadap MUI Jawa Timur pada saat acara di TV One. Saya memohon maaf kepada MUI Jawa Timur, MUI Jawa Tengah, MUI pusat, dan MUI Kabupaten Karanganyar,” kata Budi.
Ia juga menegaskan tidak ingin mengulangi pernyataan tersebut.
“Saya menyesal atas perkataan yang saya sampaikan terhadap MUI Jawa Timur dan saya tidak akan mengulang perbuatan tersebut dan saya bertobat,” tambahnya.
Ketua MUI Karanganyar, Badaruddin, mengatakan telah memaafkan Setyo setelah yang bersangkutan mengakui kesalahannya.
“Saya sebagai orang Islam memaafkan. Dengan meminta maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan (MUI) Indonesia termasuk (MUI) Karanganyar, sudah saya maafkan. Jangan sampai itu terulang kembali,” kata Badaruddin.