- tvOne / Antara
Siapa Setyo Budi Mularso? Bos Sound Horeg Aeromax yang Viral Sebut MUI Jatim “Goblok” di TV Nasional
tvOnenews.com - Nama Setyo Budi Mularso mendadak menjadi perhatian publik setelah pernyataannya dalam sebuah acara televisi nasional beredar luas di media sosial.
Pengusaha sound horeg yang dikenal dengan nama Budi Aeromax tersebut menjadi sorotan setelah menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dengan kata “goblok” ketika membahas fatwa mengenai penggunaan sound horeg.
Pernyataan itu disampaikan Setyo saat menjadi narasumber dalam acara Catatan Demokrasi tvOne.
Dalam forum tersebut, ia menyampaikan pandangannya mengenai polemik pembatasan dan fatwa terhadap penggunaan sound horeg.
Ucapannya kemudian memicu reaksi warganet karena disampaikan secara terbuka dalam siaran televisi. Sosok Setyo pun ikut dicari publik. Ia diketahui merupakan pengusaha sound system asal Karanganyar, Jawa Tengah, yang menjalankan usaha bernama Aeromax Production.
Selain dikenal di lingkungan bisnis sound system, Setyo juga disebut aktif dalam komunitas yang berkaitan dengan sound system dan pernah terlibat dalam sejumlah kegiatan politik dengan membawa identitas Aeromax Production.
Setyo Budi Mularso, Pemilik Aeromax Production
Setyo Budi Mularso dikenal sebagai pemilik usaha sound system Aeromax Production yang berbasis di Karanganyar, Jawa Tengah. Usaha tersebut bergerak di bidang penyediaan perangkat tata suara dan dikenal di kalangan pelaku hiburan rakyat serta komunitas sound berdaya besar yang populer dengan istilah sound horeg.
Namanya semakin dikenal setelah terlibat dalam perdebatan mengenai keberadaan sound horeg dan sikap MUI Jawa Timur. Setyo disebut sebagai salah satu pelaku usaha yang berkepentingan dengan perkembangan industri sound system tersebut.
Dalam berbagai kegiatan, Setyo juga terlihat menggunakan identitas Aeromax Production. Bahkan, ketika tampil dalam acara Catatan Demokrasi, ia membawa atribut usaha tersebut.
Di tengah sorotan akibat polemik tersebut, Setyo juga mengungkapkan bahwa bisnis sound horeg yang dijalaninya bukan semata-mata mengejar keuntungan. Ia menyebut aktivitas tersebut lebih banyak didorong oleh hobi dan kegemarannya berkumpul dengan sesama pelaku.
“Di sound ini tidak begitu efektif, dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rezeki saya. Saya lebih ke hobi dan senang kumpul dengan saudara-saudara,” katanya.
Informasi mengenai kehidupan pribadi Setyo, termasuk identitas istri dan anaknya, hingga kini masih relatif terbatas di ruang publik. Perhatian masyarakat saat ini lebih banyak tertuju pada aktivitasnya sebagai pengusaha sound system dan pernyataannya mengenai MUI Jawa Timur.
- Antara / tvOne
Viral Sebut MUI Jatim “Goblok” Saat Bahas Fatwa
Nama Setyo semakin ramai setelah potongan video penampilannya di Catatan Demokrasi beredar di media sosial. Saat moderator meminta tanggapannya mengenai fatwa MUI Jawa Timur terkait sound horeg, Setyo menyampaikan kritik dengan bahasa yang kemudian menuai kontroversi.
“MUI Jawa Timur itu bagi saya sendiri, itu sebuah kegoblokan MUI-nya sendiri. Kenapa? Karena MUI itu harusnya menjaga. Ini anak-anaknya loh. Saya tuh orang Jawa Tengah, saya menghormati. Saya menghormati dan saya cinta teman-teman Jawa Timur, tapi kegoblokannya MUI ini malah justru dipertontonkan seluruh Indonesia,” jelas Setyo.
Moderator kemudian mengingatkan Setyo agar memilih diksi yang lebih santun karena acara tersebut berlangsung secara langsung di televisi nasional.
“Bisa saya minta tolong menggunakan diksi yang lebih santun karena kita sedang live di TV nasional,” tegur moderator.
Setyo kemudian kembali menyampaikan kritiknya terhadap MUI Jawa Timur.
“Iya, jadi MUI Jawa Timur ini harusnya, karena kan harusnya menata diri, kasihan toh. Itu anak-anaknya beliau juga (pelaku usaha sound horeg), bukan anak liar,” tambahnya.
Pernyataan tersebut berkaitan dengan Fatwa Nomor 1 Tahun 2025 yang dikeluarkan MUI Jawa Timur mengenai penggunaan sound horeg.
Dalam penjelasan yang disampaikan Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, keputusan tersebut mempertimbangkan dampak negatif yang dinilai lebih besar dibandingkan manfaat dalam konteks parade sound horeg.
Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain gangguan terhadap masyarakat, potensi kerusakan fasilitas akibat getaran suara, persoalan kesehatan pendengaran, serta aktivitas lain yang dianggap menyertai sebagian parade sound horeg.
Ma’ruf Khozin Pilih Santai, Setyo Kemudian Klarifikasi
Pernyataan Setyo disampaikan di hadapan KH Ma’ruf Khozin yang hadir sebagai perwakilan MUI Jawa Timur. Alih-alih terpancing, Ma’ruf memilih memberikan penjelasan mengenai alasan MUI mengambil sikap terhadap fenomena sound horeg.
“Kemudian, terkait dengan tuduhan kalau kami di MUI misalnya adalah dengan cara bahasa beliau tadi (digoblokan), mohon maaf, kami ini kemudian bukan masuk dengan tiba-tiba masuk, tapi ada seleksinya. Kami diambil dari organisasi Islam, tidak sembarangan orang kemudian berada di sana,” ungkap Ma’ruf.
Ia kemudian mengibaratkan sikap MUI seperti polisi yang menghentikan pengendara motor yang tidak menggunakan helm. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga masyarakat.
“Kami justru, ya, justru yang kami lakukan dari MUI ini adalah menjaga. Ibarat ada seorang polisi, ya, ada di kepolisian, lalu kemudian ada orang naik motor tidak pakai helm, oleh polisi dihentikan, itu adalah bagian kecintaan dia terhadap masyarakat supaya kalau ada apa-apa dia tidak sampai terjerumus kepada hal-hal yang berat. Memang seperti biasa, bagi saya kami dituduh seperti itu biasa,” tambahnya.
Ma’ruf juga mengatakan tidak mempermasalahkan ucapan Setyo secara berlarut-larut. Bahkan, setelah acara berlangsung, keduanya sempat berfoto bersama.
“Ya tidak masalah, kami selalu belajar dan belajar. Setelah acara itu sudah foto bersama,” jelas Ma’ruf.
Setelah pernyataannya viral, Setyo kemudian menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Dalam video yang direkam pada Rabu, 9 September 2026, ia mengaku menyesal atas perkataannya dan meminta maaf kepada MUI Jawa Timur, MUI Jawa Tengah, MUI Pusat, serta MUI Kabupaten Karanganyar.
“Saya sangat menyesal atas perkataan saya terhadap MUI Jawa Timur pada saat acara di TV One. Saya memohon maaf kepada MUI Jawa Timur, MUI Jawa Tengah, MUI pusat, dan MUI Kabupaten Karanganyar,” kata Budi.
Ia juga menegaskan tidak ingin mengulangi pernyataan tersebut.
“Saya menyesal atas perkataan yang saya sampaikan terhadap MUI Jawa Timur dan saya tidak akan mengulang perbuatan tersebut dan saya bertobat,” tambahnya.
Ketua MUI Karanganyar, Badaruddin, mengatakan telah memaafkan Setyo setelah yang bersangkutan mengakui kesalahannya.
“Saya sebagai orang Islam memaafkan. Dengan meminta maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan (MUI) Indonesia termasuk (MUI) Karanganyar, sudah saya maafkan. Jangan sampai itu terulang kembali,” kata Badaruddin.
Dengan demikian, viralnya nama Setyo Budi Mularso tidak lepas dari posisinya sebagai pelaku usaha sound system sekaligus pernyataannya yang kontroversial dalam perdebatan mengenai sound horeg.
Polemik tersebut memperlihatkan bahwa persoalan sound horeg bukan hanya menyangkut bisnis dan hiburan, tetapi juga bersinggungan dengan kenyamanan masyarakat, norma sosial, dan pandangan keagamaan. (udn)