- Tangkapan layar instagram
Viral, Biksu Senior Thailand Ditangkap, Dana Kuil Rp49 Miliar Diduga Diselewengkan hingga Terseret Skandal Seksual
Totalnya mencapai lebih dari 92 juta baht. Menurut kepala penyidik Pattanasak Bupphasuwan, dana tersebut tidak tercatat masuk ke rekening kuil.
"Uang dari kedua aliran dana tersebut tidak masuk ke rekening kuil -- tidak satu Baht pun," ucap Pattanasak.
Polisi juga menyita aset yang nilainya jauh lebih besar dari dugaan dana yang dialihkan. Aset tersebut mencakup uang tunai, emas batangan dan perhiasan, serta 28 sertifikat tanah. Nilai keseluruhan aset yang disita disebut mencapai sekitar 215 juta baht.
Polisi masih memeriksa aset mana yang merupakan milik pribadi dan mana yang berkaitan dengan kepemilikan kuil.
Penyidik juga memperluas penelusuran terhadap rekening, individu, dan aset lain yang diduga berkaitan dengan aliran dana tersebut. Dengan demikian, jumlah kerugian maupun pihak yang terlibat masih dapat berubah seiring proses penyidikan.
Rekaman CCTV Ikut Memicu Kontroversi
Selain dugaan penggelapan dana, kasus ini menjadi perhatian luas karena adanya rekaman CCTV dari tempat tinggal sang biksu yang memperlihatkan hubungan intim dengan perempuan yang disebut sebagai orang dekatnya. Rekaman tersebut kemudian beredar di berbagai media Thailand.
Persoalan ini menjadi serius karena biksu Buddha terikat aturan kehidupan monastik, termasuk kewajiban menjalani kehidupan selibat dan melepaskan keterikatan terhadap kepemilikan duniawi.
Wat Phutthaisawan sendiri bukan kuil biasa. Biara kerajaan tersebut memiliki banyak pengikut dari berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintah, pebisnis, serta personel kepolisian dan militer.
Phra Wachirayan juga dikenal karena kemampuannya membuat jimat Buddha. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul bahkan disebut sebagai salah satu orang yang mengenakan jimat buatannya.
Kasus tersebut kini berkembang dari persoalan individu menjadi pertanyaan mengenai pengawasan pengelolaan dana di lingkungan kuil. Kepolisian masih menelusuri asal-usul aset dan aliran uang, sementara otoritas keagamaan berupaya memulihkan kepercayaan terhadap institusi yang terdampak.
Dengan proses hukum yang masih berlangsung, seluruh dugaan terhadap pihak-pihak yang ditangkap tetap harus dipandang sebagai bagian dari penyidikan sampai ada keputusan pengadilan.
Namun, besarnya dana yang dipersoalkan, jumlah aset yang disita, serta keterlibatan seorang perempuan membuat kasus ini menjadi salah satu skandal keagamaan yang kembali memunculkan tuntutan terhadap transparansi dan pengawasan keuangan kuil di Thailand. (udn)