- Istimewa
KPPD Angkatan IV 2026 Bawa Misi Perkuat Kapasitas Kepala Daerah
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan serangkaian program dalam upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala daerah.
Langkah itu direalisasikan melalui Program Kepemimpinan Kepala Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 yang berlangsung pada 2-12 September 2026 melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri.
Program ini turut mendorong lahirnya rencana aksi yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus menegaskan pengembangan kompetensi kepala daerah perlu diarahkan pada kemampuan memimpin perubahan dan menerjemahkan pengetahuan menjadi kebijakan serta aksi nyata.
"Dengan demikian, program tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi diharapkan memberikan dampak terhadap kualitas tata kelola pemerintahan dan pembangunan di daerah," kata Akhmad dalam pembukaan kegiatan itu, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Akhmad menjelaskan rencana aksi (renaksi) dalam program tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengembangan kompetensi menghasilkan tindak lanjut yang konkret.
Ia menekankan pembelajaran yang diperoleh peserta selama program diarahkan untuk diterjemahkan menjadi agenda strategis sesuai kebutuhan dan tantangan masing-masing daerah.
"Peran tersebut menempatkan BPSDM Kemendagri tidak sekadar sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi sebagai institusi yang mengawal proses pengembangan kapasitas kepala daerah secara terarah dan berorientasi pada implementasi. Pendekatan ini terlihat sejak tahap pengantar program, pembekalan, pendampingan, hingga coaching penyusunan renaksi," katanya.
Adapun KPPD Angkatan IV 2026 diselenggarakan BPSDM Kemendagri bersama Lemhannas RI dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) dengan melibatkan kepala daerah dan kepala Bappeda.
Program tersebut turut menghadirkan pembelajaran dari pejabat pemerintah, akademisi, praktisi, dan tokoh nasional untuk memperluas perspektif peserta dalam menghadapi tantangan strategis pemerintahan dan pembangunan daerah.
Peserta juga memperoleh wawasan mengenai hilirisasi dan penguatan industri daerah menuju Indonesia Emas 2045, ketahanan energi, transformasi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, serta peluang pembiayaan pembangunan daerah.(raa)