- BAZNAS
BAZNAS dan Kemenag Salurkan Dana Rp17,5 Miliar untuk Benahi 700 Pesantren
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Agama RI mengalokasikan bantuan Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026.
Dana tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelayakan fasilitas pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren di seluruh Indonesia.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar menjadi bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031. Program tersebut diarahkan untuk memastikan dana zakat dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang layak bagi para santri.
“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri," ujar Sodik saat meresmikan program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (16/9/2026).
"Secara filosofis, ikhtiar ini juga selaras dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga akal dan memelihara keselamatan jiwa generasi muda kita,” jelasnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar tidak hanya berfokus pada renovasi asrama. Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman.
Nasaruddin menilai kebutuhan pesantren di Indonesia masih besar. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dunia usaha, pemerintah daerah, muzaki, dan masyarakat.
Menag Nasaruddin juga berharap pelaksanaan program dapat tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dukungan data dan informasi mengenai pesantren dari Kementerian Agama dinilai penting untuk memastikan program berjalan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI Idy Muzayyad mengatakan Program Pesantren Nyaman Belajar menjadi bentuk kontribusi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman. Dengan demikian, proses belajar santri diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.
Program PNB 2026 memprioritaskan pesantren yang memiliki sedikitnya 35 persen santri dari kalangan dhuafa. Sasaran lainnya mencakup pesantren yang melayani kelompok rentan, serta pesantren yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) maupun kawasan rawan bencana. (rpi)