Pesantren Mulai Tinggalkan Cara Manual, Hafalan hingga Kesehatan Santri Kini Bisa Dipantau Lewat Sistem Digital
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Cara pesantren memantau perkembangan santri perlahan berubah. Jika sebelumnya catatan hafalan, aktivitas ibadah, kesehatan hingga berbagai laporan pengasuhan banyak bergantung pada buku dan rekap manual, kini sebagian proses tersebut mulai berpindah ke sistem digital.
Perubahan itu juga menyentuh hubungan antara pesantren dan orang tua. Ketika anak tinggal jauh dari rumah, informasi mengenai perkembangan mereka biasanya baru diterima melalui laporan berkala atau komunikasi langsung dengan pengasuh.
Kehadiran platform digital membuka cara lain: orang tua dapat memperoleh informasi perkembangan anak melalui perangkat yang sehari-hari mereka gunakan.
Fenomena tersebut menjadi bagian dari perubahan yang lebih luas di dunia pendidikan Indonesia. Data BPS menunjukkan 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024, naik dari 69,21 persen pada 2023.
Di tingkat kebijakan, pemerintah juga mendorong transformasi digital pendidikan. Pada November 2025, Kemendikdasmen meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk 288 ribu sekolah sebagai bagian dari upaya memperluas pembelajaran berbasis teknologi.
Digitalisasi Pendidikan Makin Meluas, Pesantren Ikut Beradaptasi
Digitalisasi pendidikan kini tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran melalui komputer atau penggunaan platform belajar daring. Pengelolaan data, komunikasi antara sekolah dan orang tua, hingga pemantauan perkembangan peserta didik juga mulai menjadi bagian dari ekosistem digital.
Kemendikdasmen, misalnya, mendorong pemanfaatan Rumah Pendidikan sebagai salah satu fondasi transformasi digital. Program Sapa Sekolah dilakukan untuk memperkenalkan platform tersebut kepada satuan pendidikan sekaligus memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Pemerintah juga menempatkan data sebagai bagian penting dalam pengelolaan pendidikan. Kemendikdasmen menyebut validitas data menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.
Dalam konteks pendidikan berbasis asrama, kebutuhan terhadap data bahkan menjadi lebih kompleks. Pengelola tidak hanya berhadapan dengan proses akademik, tetapi juga aktivitas harian, pembinaan karakter, ibadah, kesehatan, kedisiplinan serta fasilitas tempat tinggal.
Kondisi tersebut turut mendorong Kahf Islamic Boarding School (KIBS) menggunakan Sakha Platform, sistem manajemen boarding school berbasis teknologi yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas pendidikan dan pengasuhan. Langkah tersebut berangkat dari kebutuhan meningkatkan pelayanan kepada santri dan orang tua.
Load more