- REUTERS/Juan Barbosa
Respons Diego Simeone usai Jose Mourinho Tuduh Wasit Untungkan Atletico Madrid untuk Kalahkan Real Madrid
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menyampaikan reaksinya setelah laga kontra Real Madrid. Di sisi lain, Jose Mourinho menuduh Los Rojiblancos telah diuntungkan wasit.
Duel El Derbi Madrileno pada Minggu (20/9/2026) malam WIB berakhir dengan kemenangan tuan rumah di Riyadh Air Metropolitano dengan skor 2-1. Setelah berlangsung senyap di paruh pertama, duel berubah arah di paruh kedua.
Atletico mendominasi semenjak wasit Miguel Angel Ortiz Arias mengartu merah Dean Huijsen pada menit ke-52. Itu berbuah penalti yang diselesaikan oleh Alejandro Grimaldo semenit kemudian.
Hanya enam menit berselang, Atletico menggandakan skor melalui Jonathan David. Sedangkan Madrid baru bisa membalas di menit ke-89 melalui Antonio Rudiger, namun tidak menyelamatkan hasil untuk mereka.
Setelah laga, pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menyinggung bahwa wasit Ortiz Arias kurang kompeten. Dia juga memandang bahwa dua pemain Atletico harusnya dikartu merah.
"Kisah pertandingan ada di sini. Itu dua kartu merah yang jelas. Dengan kesulitan yang kami alami setelahnya -- dengan 11 lawan 10 [pemain] -- Anda bisa membayangkan bagaimana jadinya [bagi kami] selama 50 menit dengan 11 lawan sembilan,” kata Mourinho, dikutip dari ESPN.
"Ini semua berkat CTA. Semuanya sangat aneh. Wasitnya [Ortiz Arias], yang berusia 41 tahun, tidak memiliki pengalaman internasional. Saya tidak tahu mengapa dia menjadi wasit. Orang malang itu datang ke sini dan tidak mampu mengatasi tekanan,” tambahnya.
"Tetapi bagi [VAR] tidak ada tekanan, di [markas RFEF] Las Rozas tidak ada tekanan. Atau mungkin ada dan kita tidak tahu. Kombinasi itu -- wasit yang buruk, yang hanya memimpin pertandingan kecil, dan VAR dengan sejarah yang panjang. Selamat kepada CTA," katanya.
Di sisi lain, Diego Simeone lebih memilih untuk menyoroti bagaimana Atletico mampu menguasai permainan. Baginya, anak-anak asuhnya telah berhasil mendominasi.
"Pertandingan yang saya saksikan sangat intens, di mana saya pikir kami mengendalikannya sepanjang waktu," kata sang juru taktik asal Argentina, dilansir BBC.
"Kami menghadapi lawan dengan transisi yang luar biasa dan pemain-pemain luar biasa yang jelas bermain untuk tim mereka dan melakukannya dengan sangat baik. Kami mengendalikan hampir semua transisi yang bisa mereka lakukan," sambungnya.
"Saya rasa kami mengendalikan pertandingan sepanjang waktu, melalui kerja sama tim, pertahanan, upaya kolektif, dinamika kelompok, dan permainan kami. Kami mencari celah untuk menyerang mereka, yang kami tahu berada di sisi kanan," pungkasnya. (rda)