news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Akademisi UTM dan Pengamat Politik Bicara Pilgub Jatim 2029, Nama Rio Muncul dari Tapal Kuda.
Sumber :
  • istimewa

Akademisi UTM dan Pengamat Politik Bicara Pilgub Jatim 2029, Nama Rio Muncul dari Tapal Kuda

Dinamika menuju Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2029 masih berada pada tahap awal. Namun sosok yang akan berkontestasi harus diamati sejak saat ini. Akademisi UTM
Senin, 21 September 2026 - 22:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dinamika menuju Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2029 masih berada pada tahap awal. Namun sosok yang akan berkontestasi harus diamati sejak saat ini. 

Akademisi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam berpandangan bahwa sosok kepala daerah yang akan maju pada level Provinsi mendatang memiliki modal awal karena rekam kepemimpinannya. 

"Semua kepala daerah di Jatim ini sesungguhnya punya modal untuk maju Pilgub Jatim. Apalagi mereka juga sudah punya pengalaman yang bisa di-tracking publik," katanya, Senin (21/9/2026). 

Menurut dia, tantangan berikutnya bukan hanya popularitas atau elektabilitas, tetapi bagaimana seorang kepala daerah membangun modal politik, sosial, ekonomi, simbolik dan elektoral yang lebih luas, termasuk memperoleh perhatian dari partai politik.

“Menuju kontestasi Jatim itu butuh modal yang relatif lengkap, tidak hanya modal elektoral, tetapi juga ekonomi, politik, sosial dan juga simbolik,” ujarnya.

Sementara itu pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif Sintesa Strategi Indonesia (SSI) Ikrama Masloman. Ia menyebut periode beberapa tahun ke depan lebih tepat dilihat sebagai fase “audisi kinerja” bagi kepala daerah.

"Sekarang belum masuk aspek elektabilitas. Ini masih fase audisi kinerja. Kita melihat kinerja di satu sisi, termasuk berbagai program dan kebijakan yang dijalankan. Di sisi lain, kita juga melihat kinerja dari sudut pandang komunikasi," ujarnya. 

Ia menjelaskan, Jawa Timur memiliki karakter kewilayahan dan sosial yang beragam, mulai dari Mataraman, Arek, Tapal Kuda, Madura hingga Pantura.

Karena itu, figur yang ingin berkembang ke tingkat provinsi perlu membangun penerimaan yang lebih luas dari basis daerah asalnya.

Dalam konteks tersebut, Ikrama menyebut Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio sebagai salah satu kepala daerah yang menarik untuk diamati.

Menurut Ikrama, posisi Mas Rio sebagai kepala daerah di kawasan Tapal Kuda memberikan basis kewilayahan awal. 

Di sisi lain, komunikasi publik yang dilakukan melalui berbagai kanal menjadi bagian lain yang dapat diamati dari perjalanan seorang kepala daerah.

“Rio beberapa kali tampil di publik dan muncul di TikTok, menyapa masyarakat, kemudian menunjukkan kepedulian. Kalau kita bisa membuat indikator, sisi kepeduliannya itu cukup kuat,” ujar Ikrama.

Ia menambahkan, komunikasi publik tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi pelengkap dari rekam kinerja pemerintahan.

"Elektabilitas itu bukan cuma soal kinerja fisik. Bagaimana cara menyampaikan juga penting. Bagaimana seseorang membangun citra itu menjadi bagian dari elektabilitas," ungkapnya. 

Ikrama juga menekankan bahwa periode menjelang 2029 sebaiknya dimanfaatkan kepala daerah untuk memperkuat kinerja, komunikasi, citra dan jaringan.

“Masih jauh. Sekarang belum era elektoral, tetapi masih era kinerja. Jadi yang harus dilihat sekarang adalah bagaimana kepala daerah membangun kinerja, bagaimana mereka berkomunikasi dengan publik, dan bagaimana citranya berkembang," tandasnya. (aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:02
01:31
05:08
11:48
01:46
08:42

Viral