- Istimewa
3 Bulan Menganggur, Ratusan Karyawan Mengadu ke Balai Kota Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Ratusan massa mendatangi Balai Kota DKI Jakarta, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026) pagi untuk menyampaikan keluh kesahnya.
Mereka datang untuk mengadukan persoalan penutupan tempat usaha Club de Arjuna di Jakarta Barat yang disebut telah membuat lebih dari 300 tenaga kerja kehilangan pekerjaan selama tiga bulan.
Koordinator Karyawan Club de Arjuna, Venny Tresia, menegaskan bahawa tujuan utama aksi damai ini adalah agar seluruh karyawan dapat segera kembali bekerja secara normal.
Keinginan untuk kembali bekerja ini melatarbelakangi enam aspirasi utama yang disuarakan terus oleh para pekerja.
Menurutnya, kondisi itu telah berdampak pada kehidupan keluarga para pekerja yang selama ini menggantungkan penghasilan dari tempat usaha tersebut.
“Tuntutannya supaya karyawan bisa kerja kembali. Sudah 3 bulan mereka tidak kerja. Anak istri mau makan, bagaimana? Siapa yang tanggung jawab?,” kata Venny, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Venny menjelaskan, aktivitas para pekerja terhenti setelah tempat usaha tersebut ditutup dan ditembok.
Dia menyebut penutupan itu dilakukan setelah adanya kelompok massa yang masuk dan menduduki lokasi.
“Awalnya mereka kerja di Club de Arjuna tenang-tenang saja, lalu ada massa masuk, menduduki, mereka (karyawan) disuruh keluar, ditembok, tidak boleh bekerja lagi,” ujarnya.
Dia menyebut jumlah lebih dari 300 orang tersebut baru berasal dari kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan.
“Di sini ada lebih dari 300 tenaga kerja yang tidak kerja karena penutupan Club de Arjuna . 300 baru kepala keluarganya, bagaimana dengan anak, istri, berapa ratus orang? Mereka harus kerja apa? Kondisi ekonomi sedang begini, mereka tidak kerja. Siapa yang bisa bantu kami?,” katanya.
Kedatangan karyawan ke Balai Kota dilakukan karena mereka mengaku saat ini mereka masih belum dapat bekerja dikarenakan Club de Arjuna masih diduduki oleh Ormas
Venny mengatakan pihaknya ingin persoalan tersebut mendapat perhatian dan bantuan dari dinas terkait serta aparat yang memiliki kewenangan.
“Kami ke sini minta tolong kepada aparat terkait contohnya terkait dengan tembok yang telah dibuat oleh ormas yang menutup akses pintu masuk, sehingga kami tidak dapat masuk dan berkerja. Mohon bantuan kepada aparat untuk bisa membantu kami agar dapat masuk ke lokasi dan bekerja kembali