- Antara
Respons Tak Terduga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat Ditanya Isu Maju Pilpres 2029 bersama Mas Gibran
Jakarta, tvonenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tengah jadi sorotan, karena muncul isu, soal ia bakal maju mencalonkan diri sebagai Calon Presiden Tahun 2029.
Kabar Dedi Mulyadi atau disapa KDM itu, maju Pilpres 2029 santer di media sosial (medsos) maupun pemberitaan. Saat ada momen jumpa wartawan, dan ditanyakan, ia memberikan respons tak terduga.
Dalam keterangannya, Dedi dengan terang-terangan menepis isu tersebut.
Dia mengaku lebih ingin fokus untuk menjadi gubernur Jawa Barat yang terbaik, sukses dan bertanggungjawab.
"kita lagi mikir, bagaimana jadi gubernur yang sukses. Tidak ada pembicaraan yang lain," jawabnya.
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel.
Sebab Dedi Mulyadi diisukan maju Pilpres 2029 bersama Gibran Rakabuming Raka, atau biasa disapa Mas Gibran.
Dia pun kembali menolak untuk menjawab, tegasnya, ia ingin fokus menjalankan amanah yang saat ini ia jabat.
"isu soal pak gub pilpres 2029 bersanding dengan Mas Gibran?," tanya wartawan kepada Dedi.
"pokoknya tidak ada, hari ini saya berfokus menjadi (gubernur) yang terbaik. kita belum mikir terlalu jauh," jelasnya dikutip dari instagram KDM @dedimulyadi71, Rabu (23/9).
Bahkan dalam kesempatan itu juga, KDM memberikan pernyataan yang mengundang tawa teman-teman media. Dia dengan tegas, malah belum kepikiran untuk punya pacar juga.
"mikir besok punya pacar atau tidak aja belum pernah kepikiran," ucap KDM seraya tertawa.
Seperti diketahui, Dedi Mulyadi resmi dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2025-2030. Dia menjabat bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.
Keduanya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/ 2025).
Sementara Mas Gibran, diketahui resmi dilantik sebagai Wakil Presiden, bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto periode 2024–2029 pada Minggu, 20 Oktober 2024 lalu.
Terkait Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat ini tengah memiliki program yang memfokuskan memberikan jaminan kecelakaan kerja hingga beasiswa gratis sekolah untuk anak yang ditinggalkan dalam program BPJS Tenagakerjaan untuk jenis pekerjaan rentan dan informal.
Selain itu, juga ia mengungkapkan Pemprov Jabar telah menyalurkan triliunan rupiah dana hasil penerimaan pajak masyarakat untuk membiayai operasional sekolah, menyubsidi ribuan siswa sekolah swasta, hingga mencegah risiko anak putus sekolah di wilayah.