- Gambar ilustrasi AI
Punya Modal Saja Tak Cukup! UMKM Perlu Pahami Cara Mengelola Keuangan dan Menghindari Penipuan di Era Digital
Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menekankan pentingnya pembelajaran dan kemampuan beradaptasi agar pelaku usaha lebih siap menghadapi perubahan digital.
“Marilah kita terus belajar dan berani beradaptasi. Pada awalnya, beradaptasi mungkin terasa tidak nyaman karena ada hal-hal yang belum kita pahami. Namun, melalui pendidikan dan sosialisasi, kita dapat meningkatkan pemahaman dan menjadi lebih siap menghadapi perubahan. Kelola keuangan usaha dengan bijak, serta jadilah pelaku usaha digital yang cerdas dan tetap waspada terhadap penipuan maupun berbagai risiko yang dapat merugikan kita secara finansial,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi pemerintah dan sektor swasta untuk memperluas edukasi serta pendampingan. Dengan bekal tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan layanan digital, tetapi juga memahami cara mengurangi risiko yang menyertainya.
Mengembangkan Bisnis Perlu Strategi, Bukan Hanya Tambahan Modal
Setelah memahami dasar pengelolaan keuangan, pelaku UMKM perlu menghubungkannya dengan keputusan bisnis sehari-hari. Sebelum menggunakan tambahan modal, misalnya, pemilik usaha perlu menentukan kebutuhan paling mendesak, memperkirakan potensi pendapatan, dan menghitung kemampuan membayar kewajiban.
Pemisahan rekening pribadi dan bisnis dapat membantu memantau kondisi keuangan. Sementara itu, evaluasi berkala terhadap stok, biaya produksi, utang, dan penjualan membantu pemilik usaha menentukan langkah berikutnya berdasarkan kondisi nyata, bukan sekadar perkiraan.
Teknologi digital juga dapat digunakan untuk menciptakan nilai tambah, mulai dari memperluas pemasaran hingga mengembangkan produk dan layanan baru. Namun, pemanfaatannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan kemampuan pengelolaan keuangan.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Muhammad Neil El Himam, mendorong UMKM agar memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
“Kami mendorong para pelaku UMKM agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sarana untuk menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan. Selain pemanfaatan teknologi digital, literasi keuangan juga menjadi aspek penting agar pelaku UMKM mampu mengelola keuntungan secara lebih produktif dan memperluas skala usaha,” ujarnya.