- Antara / Ombudsman
Bukan Seperti Blok Penjara, Ombudsman Temukan Hunian Bak Klaster di Lapas Cibinong, Siapa Penghuninya?
Ombudsman juga menunjukkan dokumentasi foto dan video hasil pemeriksaan sebagai bagian dari pemaparan temuannya.
Ombudsman Pertanyakan Penghuni dan Uang Sewa
Persoalan kemudian berkembang bukan hanya soal bentuk bangunan, tetapi juga siapa yang dapat menggunakan fasilitas tersebut.
Anggota Ombudsman Fikri Yasin mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah terdapat narapidana "kelas kakap" yang tinggal di bangunan tersebut. Sejauh pemeriksaan, Ombudsman baru mendapatkan keterangan dari satu warga binaan yang mengaku tinggal di salah satu rumah.
Selain bangunan, tim juga melihat sejumlah kendaraan, termasuk Toyota Alphard dan Fortuner.
"Dalam kluster itu juga ada mobil-mobil mewah, Toyota Alphard, Fortuner, dan banyak yang lain. Yang menurut kami, kalau untuk narapidana biasa rasanya tidak mungkin," sambung Fikri.
Ombudsman juga mengaku memperoleh keterangan bahwa penghuni tersebut membayar sejumlah uang untuk menempati bangunan. Namun, nominal maupun pihak yang menerima pembayaran belum diketahui.
"Berkaitan dengan bayaran, berdasarkan wawancara kami, dia [warga binaan] mengaku membayar sejumlah uang, tapi tidak disebutkan angkanya," ujar Syafrida.
Dalam perkembangan pemeriksaan, Syafrida menyebut dugaan komersialisasi masih harus didalami, termasuk siapa penerima uang, siapa pemilik bangunan, sejak kapan fasilitas tersebut digunakan, serta berapa biaya yang dibayarkan.
Karena itu, status seluruh bangunan dan mekanisme penggunaannya belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan hasil sidak tersebut.
- Ombudsman
Ditjenpas Beri Penjelasan soal Bangunan
Temuan Ombudsman kemudian direspons Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dirjenpas Mashudi mengatakan pihaknya telah membentuk tim untuk memeriksa dan memverifikasi sarana, prasarana, administrasi, pelayanan, serta sistem pengamanan di Lapas Cibinong.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat Yudi Suseno memberikan penjelasan berbeda mengenai bangunan yang ditemukan Ombudsman.
Menurutnya, area tersebut merupakan kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi atau SAE yang di dalamnya terdapat sejumlah rumah dinas jabatan.
"Lokasi yang dimaksud oleh Tim Ombudsman adalah lokasi asimilasi, yang dulu namanya SAE, Sarana Asimilasi dan Edukasi. Di sana terdapat beberapa rumah dinas jabatan. Jadi rumah yang didatangi oleh Tim Ombudsman adalah rumah-rumah dinas jabatan yang memiliki SK Rumah Jabatan," kata Yudi.