news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengenalan Smart Solar Biomass Dryer yang diperkenalkan oleh Tim Ekspedisi Patriot 15 Universitas Hasanuddin..
Sumber :
  • Istimewa

Atasi Cuaca Tak Menentu, Petani Transmigran di Papua Barat Dikenalkan Inovasi Alat Pengering Pala

Kehadiran Smart Solar Biomass Dryer menjadi bukti nyata dedikasi Tim Ekspedisi Patriot di lapangan dalam mengubah tantangan menjadi solusi dan memangkas hambatan produksi.
Kamis, 24 September 2026 - 17:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Para petani pala di Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey, Papua Barat, mulai dikenalkan alat pengering inovatif Smart Solar Biomass Dryer yang diperkenalkan oleh Tim Ekspedisi Patriot 15 Universitas Hasanuddin.

Petani kini tidak perlu tergantung pada cuaca, atau khawatir hasil panen mereka berjamur. Teknologi tepat guna ini bahkan tidak memerlukan bahan bakar minyak. 

"Terkait alat pengering, memang dibutuhkan adanya alat seperti ini yang mana kita tidak perlu khawatir dengan cuaca, misalnya hujan. Selain itu, untuk pengeringannya bisa menggunakan sampah di sekitar dan tidak memerlukan listrik, sehingga bisa digunakan di mana saja. Namun harapannya mesin pengering yang dibuat bisa memuat kapasitas lebih banyak sehingga dapat mengeringkan lebih banyak dan lebih cepat," ujar Aher Samai, Ketua Kelompok Tani Rangkum, Rabu (23/9).

Manfaat utama dari alat pengering tepat guna ini adalah memangkas waktu pengolahan, dari tujuh hari menjadi dua hari saja.

Dengan suhu yang bisa dibuat stabil 60 derajat Celsius, kualitas dan harga jual biji pala tetap terjaga. Dalam satu kali proses pengeringan, alat ini dapat menampung hingga seribu biji pala.

"Kemudian di atasnya ada space  khusus lagi yang dalamnya ada lima tray, tu bisa mengeringkan sekitar seribu biji pala," ujar Michel Obrien, Perwakilan Tim TEP Universitas Hasanuddin, dalam keterangannya.

Penerapan teknologi pertanian modern ini sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto yang optimistis bahwa modernisasi sektor pertanian akan memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.

Pentingnya keberlanjutan aksi nyata di lapangan ditekankan oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam arahannya kepada para peserta program Tim Ekspedisi Patriot.

"Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, visibel, dan masuk akal," ujar Menko AHY saat kunjungan ke Jayapura beberapa waktu lalu, Kamis (17/9).

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, juga menekankan pentingnya kemandirian dan keaktifan para pemuda di lapangan.

"Indonesia membutuhkan SDM yang tidak lagi menunggu perintah, tetapi mampu melihat masalah, menganalisisnya, lalu menghadirkan solusi. Itulah yang kami sebut sebagai Disiplin Inisiatif," tegas Mentrans beberapa waktu lalu.

Kehadiran Smart Solar Biomass Dryer menjadi bukti nyata dedikasi Tim Ekspedisi Patriot di lapangan dalam mengubah tantangan menjadi solusi, memangkas hambatan produksi, serta mendorong kesejahteraan petani di Kawasan Transmigrasi Fakfak Timur. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:12
06:45
04:21
04:52
04:00
07:00

Viral