- Gambar ilustrasi AI
Mengapa Sistem Pendingin Ruangan Gedung Tak Bisa Dipilih Sembarangan? Ini Kaitannya dengan Efisiensi Energi
“Penerapan prinsip bangunan hijau membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk dalam pemilihan sistem tata udara yang dapat mendukung efisiensi energi dan kinerja bangunan,” ujar Meli Nuraeni, Assistant General Manager Consulting Sales PT Daikin Airconditioning Indonesia.
Sosialisasi produk tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga memberikan wawasan tentang pemilihan sistem tata udara berdasarkan kebutuhan bangunan dan prinsip keberlanjutan.
Melalui seminar di berbagai kota, perusahaan mengajak konsultan, kontraktor, pengembang, pemilik, serta pengelola gedung membahas kebutuhan pendinginan, efisiensi energi, fleksibilitas desain, dan aspek operasional. Setiap bangunan memiliki karakteristik berbeda sehingga pemilihan sistem perlu mempertimbangkan kebutuhan spesifik proyek.
Dalam materi yang disampaikan, Daikin menyebut sistem VRV 6X dan VRV 6A telah memperoleh predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI), tingkat tertinggi dalam skema Green Label Indonesia.
Keduanya juga disebut sebagai produk AC VRV pertama yang meraih sertifikasi tersebut, dengan penilaian yang mencakup material, kualitas produk, proses manufaktur, pengelolaan lingkungan dan limbah, serta Extended Producer Responsibility (EPR).
“Sertifikasi menjadi salah satu referensi yang dapat membantu para pemangku kepentingan dalam mempertimbangkan aspek lingkungan suatu produk. Di sisi lain, edukasi diperlukan agar pemahaman mengenai penerapannya dalam proyek dapat semakin berkembang,” kata Meli.
“Perkembangan bangunan hijau membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memperluas pemahaman mengenai peran sistem tata udara dalam mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan bangunan di Indonesia,” tambahnya.
- ist
Pada akhirnya, inti persoalannya bukan semata-mata memilih merek atau perangkat pendingin tertentu. Efisiensi energi gedung membutuhkan keputusan yang didasarkan pada kebutuhan bangunan, kinerja sistem, pemeliharaan, dan pemantauan konsumsi energi.
Sertifikasi dapat menjadi salah satu referensi dalam proses tersebut, sementara dampak lingkungan yang sesungguhnya perlu dilihat dari penerapan dan kinerja operasional bangunan secara menyeluruh. VRV 6X dan VRV 6A menjadi salah satu contoh produk yang memperoleh sertifikasi lingkungan, sekaligus mengangkat kembali pentingnya memilih sistem tata udara sebagai bagian dari strategi bangunan berkelanjutan. (udn)