- Istimewa
Pemerintah Dinilai Perlu Perkuat Infrastruktur dan Insentif Kendaraan Listrik Komersial
Jakarta, tvOnenews.com - Pengembangan kendaraan listrik untuk sektor komersial membutuhkan dukungan kebijakan yang mencakup insentif investasi, infrastruktur pengisian daya, hingga perlindungan risiko kendaraan. Kesiapan ekosistem tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong elektrifikasi di sektor logistik dan pertambangan.
Praktisi logistik Netty Sri Rejeki mengatakan, pemerintah perlu memastikan penggunaan kendaraan listrik di sektor komersial didukung perhitungan ekonomi yang memadai bagi pelaku usaha.
Menurutnya, biaya investasi awal kendaraan komersial listrik yang relatif tinggi menjadi salah satu pertimbangan perusahaan sebelum beralih dari kendaraan konvensional.
“Kalau pemerintah ingin mendorong industri hijau, pelaku usaha tetap membutuhkan alasan ekonomi untuk melakukan investasi. Insentif dapat membantu mengurangi hambatan investasi awal, terutama karena kendaraan komersial listrik membutuhkan nilai investasi yang relatif tinggi,” ujar Netty dalam Mining Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 9–12 September 2026.
Selain insentif, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi persoalan yang perlu diselesaikan untuk mendukung operasional kendaraan listrik. Pembangunan fasilitas tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri agar penggunaan kendaraan tidak terkendala keterbatasan pasokan daya.
Netty mengatakan, pengembangan kendaraan listrik harus berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas pendukung. Hal ini terutama berlaku bagi kendaraan komersial yang memiliki kebutuhan operasional berbeda dibandingkan kendaraan penumpang.
“Perlu ada infrastruktur pengisian daya yang dibangun lebih dahulu secara terstruktur untuk mendorong penggunaan kendaraan komersial listrik. Kendaraan dan fasilitas pengisian juga perlu dipandang sebagai satu kesatuan solusi agar pengguna mendapat kepastian saat menjalankan operasional,” kata dia.
Karakteristik kendaraan komersial, khususnya truk untuk kebutuhan pertambangan dan logistik, juga menjadi pertimbangan dalam penerapan elektrifikasi. Kendaraan tersebut menghadapi beban angkut, kebutuhan daya, serta kondisi medan yang menuntut perencanaan operasional secara khusus.
Karena itu, penerapan kendaraan listrik di sektor tersebut tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan unit kendaraan. Perusahaan juga perlu memperhitungkan pola perjalanan, kebutuhan energi, dan kesiapan fasilitas pendukung di lokasi operasional.
Netty turut menyoroti kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan teknologi kendaraan. Menurutnya, pengemudi perlu memahami karakteristik kendaraan listrik, termasuk informasi yang ditampilkan melalui panel instrumen dan sistem pemantauan kendaraan.
Pemanfaatan teknologi telematik dapat membantu perusahaan memantau perilaku kendaraan selama beroperasi. Namun, efektivitas teknologi tersebut tetap bergantung pada kemampuan pengemudi dalam mengoperasikan kendaraan secara benar dan disiplin.
“Secanggih apa pun kendaraannya dan infrastrukturnya, semuanya akan sia-sia jika operator tidak memahami cara penggunaan kendaraan dan tidak disiplin. Kendaraan listrik membutuhkan pengemudi yang mampu membaca kondisi kendaraan agar efisiensi dan keselamatan tetap terjaga,” ujarnya.
Aspek perlindungan risiko juga menjadi perhatian dalam peralihan kendaraan komersial menuju tenaga listrik. Netty menilai industri asuransi perlu menyesuaikan cakupan perlindungan dengan perkembangan teknologi, terutama karena baterai merupakan salah satu komponen kendaraan listrik yang memiliki nilai tinggi.
Perlindungan terhadap komponen tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam mengelola risiko operasional dan investasi kendaraan listrik.
Sementara itu, pakar teknologi truk Justinus Ade Sanjaya mengatakan, perubahan teknologi di sektor transportasi turut mengubah kebutuhan perusahaan terhadap penyedia kendaraan.
Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan dukungan yang tidak hanya berkaitan dengan pengadaan kendaraan, tetapi juga kesiapan operasional dan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi.
“Pelanggan membutuhkan mitra yang memahami bisnis secara menyeluruh, mulai dari pemilihan peralatan hingga kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan tuntutan keberlanjutan,” kata Justinus.
Isu elektrifikasi kendaraan komersial tersebut turut mengemuka dalam Mining Expo 2026, yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dalam pameran tersebut, PT Indotruck Utama bersama Volvo memperkenalkan Volvo FMX Edge serta sejumlah solusi kendaraan untuk sektor pertambangan, konstruksi, dan logistik.
Perkembangan teknologi kendaraan komersial menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan industri seiring meningkatnya perhatian terhadap efisiensi operasional dan pengurangan emisi. Penerapannya di lapangan tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur, pembiayaan, sumber daya manusia, serta kebijakan yang mendukung kebutuhan operasional sektor terkait.