news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Guruh Soekarnoputra Seniman yang Memadukan Rock, Gamelan hingga Tari, Dikabarkan Kritis di RS.
Sumber :
  • Antara

Guruh Soekarnoputra: Seniman yang Memadukan Rock, Gamelan hingga Tari, Dikabarkan Kritis di RS

Guruh Soekarnoputra dikabarkan kritis. Simak jejak panjang sang seniman yang memadukan rock, gamelan, musik tradisional, tari hingga seni pertunjukan.
Jumat, 25 September 2026 - 17:22 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kabar mengenai kondisi Guruh Soekarnoputra kembali menyita perhatian publik. Seniman sekaligus musisi tersebut dikabarkan berada dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit pada Jumat, 25 September 2026. 

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta masyarakat mendoakan kondisi Guruh, sementara politikus PDIP Guntur Romli membenarkan kabar tersebut dan menyebut adanya doa bersama untuk Guruh.

Namun, nama Guruh Soekarnoputra tidak hanya melekat pada keluarga besar Soekarno. Jauh sebelum kabar mengenai kondisi kesehatannya muncul, Guruh telah membangun perjalanan panjang sebagai musisi, pencipta lagu, koreografer, dan penggagas pertunjukan yang berusaha mempertemukan seni modern dengan kekayaan budaya Nusantara.

Jejak tersebut membuat karya Guruh memiliki tempat tersendiri dalam sejarah musik dan seni pertunjukan Indonesia. 

Dari eksperimen rock progresif bersama Gipsy, penggunaan gamelan dan musik tradisional, hingga pertunjukan tari berskala besar, Guruh dikenal sebagai seniman yang tidak melihat budaya tradisional sebagai sesuatu yang harus dipisahkan dari perkembangan zaman.

Guruh Gipsy dan Pertemuan Rock dengan Gamelan

Salah satu tonggak penting perjalanan Guruh adalah proyek Guruh Gipsy bersama grup musik Gipsy. Album bertajuk "Guruh Gipsy" dirilis pada 1977 dan mempertemukan sejumlah musisi seperti Keenan Nasution, Chrisye, Roni Harahap, dan Oding Nasution dengan gagasan musikal Guruh. Album tersebut menggabungkan instrumen modern dengan elemen musik tradisional Jawa dan Bali.

Eksperimen tersebut menjadi penting karena lahir pada masa ketika musik rock dan musik Barat sedang berkembang kuat di Indonesia. Guruh tidak sekadar mengikuti arus tersebut, tetapi mencoba memasukkan identitas musikal Nusantara ke dalam format yang lebih modern.

Konsep itu juga memperlihatkan cara Guruh memandang kebudayaan: tradisi bukan sesuatu yang harus ditempatkan di masa lalu. Gamelan, ritme tradisional, vokal, dan unsur musik daerah dapat bertemu dengan gitar, keyboard, drum maupun pendekatan musik progresif.

Eksperimen semacam itu kemudian menjadi salah satu bagian yang membuat *Guruh Gipsy* terus dibicarakan dalam sejarah musik Indonesia.

Guruh Soekarnoputra Kritis, Dari Guruh Gipsy hingga “Kala Sang Surya Tenggelam”
Sumber :
  • Instagram Guruh Sukarno Putra

Musik, Tari, dan Pertunjukan Menjadi Satu

Eksplorasi Guruh tidak berhenti di musik. Ia juga membangun dunia pertunjukan yang mempertemukan lagu, koreografi, kostum, tari, dan visual panggung.

Pada era 1970-an, Guruh mengembangkan Swara Mahardhika sebagai wadah seni pertunjukan. Melalui kelompok tersebut, berbagai unsur budaya Indonesia dikemas dalam bentuk pertunjukan modern. 

ANTARA mencatat Guruh memelopori seni pertunjukan bergaya kabaret melalui Swara Mahardhika, yang kemudian berkembang menjadi Gencar Semarak Perkasa. Sejumlah nama besar dunia hiburan Indonesia juga pernah muncul dari lingkungan tersebut. 

Pendekatan itu membuat karya Guruh tidak mudah ditempatkan hanya sebagai musik. Ia bekerja dengan konsep pertunjukan yang lebih luas, di mana musik menjadi bagian dari sebuah pengalaman visual dan koreografis.

Jejak tersebut masih terlihat ketika Guruh dipercaya menggarap pembukaan TAFISA World Sport for All Games 2016 di Jakarta. Dalam pertunjukan itu, unsur tari dan musik dari berbagai daerah Indonesia dipadukan dengan teknologi visual, pencak silat hingga pertunjukan musik.

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan konsistensi Guruh dalam mengolah berbagai bentuk kesenian menjadi sebuah pertunjukan yang lebih modern tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia.

Dari Karya Musik hingga Upaya Menghidupkan Kembali Tradisi

Perhatian Guruh terhadap kebudayaan juga tetap terlihat dalam pernyataannya beberapa tahun terakhir. Pada 2024, ia berbicara mengenai pentingnya menghidupkan kembali tari dan musik lenso agar kembali dikenal masyarakat di era modern.

"Bagaimana kita bisa menggali semangat banyak orang dari rakyat Indonesia supaya mempunyai kesadaran memperjuangkan lagi di bidang kebudayaan dalam hal ini tentang lenso," kata Guruh dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perhatian Guruh terhadap seni tradisional bukan sekadar bagian dari karya masa lalunya. Ia masih melihat kebudayaan sebagai sesuatu yang perlu diperkenalkan dan dihidupkan kembali oleh generasi berikutnya.

Kini, kabar mengenai kondisi Guruh membuat perjalanan panjang tersebut kembali mendapat perhatian. Hasto menyampaikan, "Mohon doanya," ketika dimintai konfirmasi mengenai kondisi Guruh. Guntur Romli juga membenarkan kabar tersebut dan mengatakan jajaran partai menggelar doa bersama untuk kesembuhan Guruh.

Terlepas dari kabar tersebut, perjalanan Guruh Soekarnoputra meninggalkan jejak yang jauh lebih luas daripada satu genre musik. Rock, gamelan, lagu, tari, koreografi, hingga pertunjukan berskala besar pernah menjadi bagian dari eksplorasinya.

Di situlah salah satu warisan Guruh terlihat: mencoba mempertemukan sesuatu yang modern dengan sesuatu yang berakar pada tradisi, lalu membawanya ke panggung yang dapat diterima oleh zamannya. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

24:16
05:21
01:14
02:09
04:33
05:19

Viral