news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Review Trailer ConjurigConjurig: Bercerita tentang Patah Hati di Balik Kostum Hantu.
Sumber :
  • instagram

Review Trailer Film Conjurig: Bercerita tentang Patah Hati di Balik Kostum Hantu

Film Conjurig menghadirkan kisah patah hati dan pencarian jati diri dua cosplayer hantu di Bandung. Simak sinopsis dan daya tarik trailer sebelum
Jumat, 25 September 2026 - 23:10 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ada yang menarik dari Conjurig. Judulnya sekilas mengingatkan pada film-film horor internasional, sementara materi promosinya memperlihatkan sosok-sosok dengan kostum hantu berkeliaran di jalanan Bandung. Namun, jangan buru-buru mengira film ini akan membawa penonton ke cerita penuh teror.

Justru di balik wajah pucat, riasan menyeramkan, dan kostum pocong, Conjurig membawa cerita yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: patah hati, kehilangan pekerjaan, tekanan keluarga, dan pencarian identitas diri.

Trailer perdana film ini memperkenalkan Piit, diperankan Dito Darmawan, dan Tamy, yang dimainkan Maizura. Keduanya sama-sama memiliki alasan untuk bersembunyi di balik identitas yang mereka pilih. 

Pertemuan mereka kemudian menjadi pintu masuk bagi sebuah cerita tentang dua orang yang sedang berusaha memahami kembali siapa diri mereka sebenarnya. Film produksi Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026.

Sinopsis Conjurig: Ketika Kostum Hantu Menjadi Tempat Bersembunyi

Piit adalah seorang pemuda yang kembali ke Bandung setelah kehilangan pekerjaan. Kepulangannya tidak serta-merta membuat hidupnya kembali tertata. Ia justru harus menghadapi persoalan lain, termasuk patah hati dan ketidakjelasan arah hidup.

Dalam kondisi tersebut, Piit memilih menjadi cosplayer hantu. Ia mengenakan kostum pocong dan mencari penghasilan di kawasan Alun-Alun Bandung.

Pilihan tersebut terlihat sederhana, tetapi justru dari balik kostum itulah Piit perlahan menemukan ruang untuk memahami dirinya sendiri.

Di sisi lain, ada Tamy, seorang cosplayer dengan penampilan gothic yang menyimpan persoalan berbeda. Ia berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang identitas keluarganya sebagai cucu seorang penyanyi ternama.

Pertemuan Piit dan Tamy kemudian menjadi titik penting dalam cerita. Keduanya sama-sama memiliki masalah dengan identitas, tetapi datang dari latar yang berbeda.

Piit sedang berusaha bangkit setelah kehilangan pekerjaan dan mengalami patah hati. Tamy berusaha menemukan dirinya sendiri di luar nama besar keluarganya.

Dari premis tersebut, Conjurig tampaknya ingin memainkan gagasan sederhana: terkadang seseorang justru membutuhkan tempat untuk “bersembunyi” sebelum mampu menunjukkan dirinya yang sebenarnya.

Bukan Horor, Melainkan Drama Komedi dengan Wajah Bandung

Salah satu daya tarik utama Conjurig adalah cara film ini memanfaatkan komunitas cosplayer hantu sebagai pintu masuk cerita.

Film ini terinspirasi dari Comjurig, komunitas cosplayer yang mengenakan kostum hantu atau “jurig” dalam bahasa Sunda. Mereka dikenal beraktivitas di kawasan seperti Asia Afrika dan Braga, menghibur wisatawan sekaligus mendapatkan penghasilan.

Fenomena tersebut memberikan konteks yang cukup menarik bagi film. Kostum hantu tidak semata-mata menjadi elemen visual untuk membuat karakter terlihat menyeramkan, tetapi juga berkaitan dengan pekerjaan, ruang publik, dan cara seseorang mencari penghasilan.

Sutradara Tubagus Deddy melihat sisi tersebut sebagai ironi yang ingin diangkat melalui film.

“Alun-Alun Bandung punya energi yang unik, ramai, hangat, dan penuh kejutan kecil di setiap sudutnya. Kami ingin Conjurig menangkap energi itu sekaligus memperkenalkan Piit dan Tamy sebagai dua orang yang mencoba sembunyi dari masalah, tapi justru menemukan diri mereka sendiri di tengah keramaian,” kata Tubagus Deddy.

“Cosplayer-cosplayer ini jujur soal apa yang mereka lakukan, mencari uang dengan cara yang mereka pilih sendiri. Justru banyak orang di luar sana yang nggak pakai topeng secara fisik, tapi malah menyembunyikan kejujuran mereka. Itu yang ingin Conjurig angkat,” ujar Tubagus.

Dari pernyataan tersebut, terlihat bahwa kostum dalam Conjurig berfungsi lebih dari sekadar properti. Kostum menjadi simbol tentang bagaimana seseorang bisa terlihat berbeda di depan orang lain, sementara persoalan sebenarnya justru disimpan di balik penampilannya.

Premis tersebut juga memberikan tantangan tersendiri bagi Dito Darmawan. Memerankan Piit berarti ia harus menyampaikan emosi karakter melalui kostum dan riasan pocong yang membatasi ekspresi tubuh maupun wajah.

Dito mengakui proses tersebut tidak mudah, terutama karena proses syuting tidak selalu dilakukan dalam kondisi malam hari.

“Ternyata jadi pocong itu nggak semudah kelihatannya. Riasannya tebal, apalagi syutingnya juga tidak hanya di malam hari, jadi makin menantang. Padahal Piit ini karakter yang emosinya kompleks, ada sedih, ada usaha buat nutupin luka, jadi saya harus cari cara sendiri buat tetap nyampein itu di tengah keterbatasan kostum dan riasan,” kata Dito Darmawan.

Selain Dito dan Maizura, film ini turut menghadirkan Ferry Maryadi, Mathias Muchus, Shella Fernanda, Bucek Deep, Joe P Project, Trie Utami, Anyun Cadel, Ikbal Fauzi, dan Wina Marrino. Dari materi trailer dan sinopsis yang tersedia, kekuatan utama Conjurig terletak pada upayanya menggabungkan drama patah hati, komedi, pencarian identitas, serta kehidupan komunitas jalanan Bandung dalam satu cerita.

Bagi penonton yang mengharapkan film horor karena melihat kostum pocong dan judul yang terdengar menyeramkan, Conjurig justru menawarkan arah yang berbeda. Hantu dalam film ini bukan sumber teror utama, melainkan identitas yang digunakan karakter untuk bekerja, berinteraksi dengan orang lain, sekaligus menyembunyikan persoalan pribadi.

Pada akhirnya, yang menjadi pertanyaan bukan siapa yang akan diteror, melainkan apa yang sebenarnya sedang disembunyikan Piit dan Tamy di balik kostum mereka. Film ini membawa kehidupan komunitas cosplayer hantu Bandung ke layar lebar sekaligus menawarkan cerita tentang patah hati dan pencarian jati diri melalui cara yang tidak biasa. (udn) 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:52
05:30
02:10
01:44
06:53
13:24

Viral