news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Audit Selesai, Apa Langkah Perusahaan untuk Memulihkan Aset dan Membenahi Operasional?.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Audit Selesai, Apa Langkah Perusahaan untuk Memulihkan Aset dan Membenahi Operasional?

Audit harus terhubung dengan mekanisme pengawasan dan tindakan korektif, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Memperkuat jajaran pimpinan menjadi langkah
Sabtu, 26 September 2026 - 23:43 WIB
Reporter:
Editor :

"Penguatan struktur Direksi melalui penunjukan Wakil Presiden Direktur dan Direktur Teknologi ditujukan khusus untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan tindak lanjut atas Hasil Audit Keuangan dan Investigasi Khusus periode 2023–2024. Kepemimpinan baru ini diamanahkan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi pemulihan aset perusahaan serta menerapkan tindakan korektif operasional," ujar Corporate Secretary PT Venteny Fortuna International Tbk, Grand Yustitia Wirawan.

Mandat tersebut menempatkan Direksi pada tanggung jawab untuk memastikan rekomendasi audit diterjemahkan menjadi program kerja. Dalam praktik tata kelola, tindak lanjut yang baik umumnya membutuhkan penanggung jawab yang jelas, target penyelesaian, pemantauan berkala, serta dokumentasi atas tindakan perbaikan.

Namun, perusahaan belum merinci kepada publik apa saja temuan audit, berapa nilai aset yang menjadi sasaran pemulihan, atau tindakan korektif spesifik yang akan dilaksanakan. Karena itu, besarnya persoalan maupun capaian pemulihan belum dapat dinilai hanya dari pengumuman perubahan Direksi.

Pemulihan Aset dan Efisiensi Operasional Jadi Pekerjaan Berikutnya

Selain menindaklanjuti audit, VTNY menyatakan sedang membenahi organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pemulihan aset. Upaya tersebut meliputi penerapan manajemen sumber daya manusia berbasis kinerja atau meritokrasi, penataan struktur organisasi, serta penyesuaian standar kerja internal.

Dalam konteks ini, meritokrasi berarti penilaian karyawan dan pengembangan karier didasarkan pada kinerja, kompetensi, serta kontribusi yang terukur. 

Penerapannya perlu disertai indikator yang jelas agar perubahan organisasi tidak sekadar menjadi pergantian struktur, tetapi menghasilkan peningkatan produktivitas dan pertanggungjawaban yang dapat dievaluasi.

Prinsip serupa terlihat dalam *UK Corporate Governance Code 2024* yang diterbitkan Financial Reporting Council (FRC) Inggris. Kode tersebut menekankan kewajiban dewan perusahaan untuk memantau sistem manajemen risiko dan pengendalian internal, kemudian meninjau efektivitasnya setidaknya setiap tahun. 

Pengawasan itu mencakup pengendalian keuangan, operasional, pelaporan, dan kepatuhan. Ketentuan deklarasi efektivitas pengendalian material mulai berlaku pada 1 Januari 2026.

Praktik tersebut memberikan gambaran bahwa pembenahan tata kelola membutuhkan evaluasi berkelanjutan. Dalam konteks VTNY, ukuran keberhasilannya dapat dilihat dari kejelasan tanggung jawab setiap unit, perbaikan proses bisnis, penguatan pengendalian internal, dan perkembangan pemulihan aset.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral