- Istimewa
Buku Ini Hadirkan Memoar Anak Buruh Tani Versi Inggris
Jakarta, tvOnenews.com - Memoar perjalanan anak buruh tani asal Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, hingga membangun kehidupan di Amerika Serikat diterbitkan dalam edisi bahasa Inggris.
Buku berjudul A Farm Laborer’s Son: An Indonesian Immigrant’s Journey of Hope, Family, and the American Dream karya Ridwan tersebut mengangkat kisah perjuangan meraih pendidikan, menghadapi keterbatasan ekonomi, dan membangun kehidupan di negeri orang.
Buku setebal 250 halaman itu merupakan edisi bahasa Inggris dari Memoar Sang Pemimpi: Perjalanan Anak Buruh Tani Meraih Asa, Cita dan Cinta di Amerika yang diterbitkan pada 2025.
Memoar tersebut mengikuti perjalanan Ridwan, anak keempat dari enam bersaudara dalam keluarga buruh tani.
Sejak kecil, ia belajar membaca dari tulisan di bungkus sabun, mencari keong sawah bersama adiknya untuk membantu ekonomi keluarga, hingga belajar bahasa Inggris secara otodidak melalui majalah bekas dan lirik lagu.
Keinginannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sempat kandas karena keterbatasan biaya.
Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan keinginannya untuk membantu anak-anak di desanya belajar.
Ia kemudian mengubah sebuah gubuk bambu yang bocor menjadi ruang belajar bagi anak-anak di Trowulan.
Buku ini juga mengisahkan perjuangan keluarganya ketika sang ibu didiagnosis kanker payudara.
Tanpa asuransi dan tabungan yang memadai, keluarga tersebut mengandalkan pinjaman serta bantuan dari rekan kerja, tetangga, hingga orang-orang yang tidak mereka kenal.
Mereka harus menempuh perjalanan kereta sebelum subuh menuju rumah sakit di Surabaya untuk menjalani pengobatan. Sang ibu akhirnya meninggal dunia pada Februari 2014.
Beberapa bulan setelah kepergian ibunya dan setelah dua kali permohonan visa ditolak, Ridwan akhirnya berangkat ke Amerika Serikat dengan dua koper dan bekal terbatas.
Di negeri tersebut, ia pernah mengumpulkan botol bekas di bawah terik matahari Palm Springs hingga meminta bantuan orang asing untuk membeli beras.
Perlahan, kehidupannya mulai berubah setelah bekerja sebagai petugas housekeeping hotel, mengikuti sekolah malam, dan kemudian bekerja di sebuah klinik penyakit dalam.
“Emak pernah mendoakan saya, ‘Semoga kamu dicintai orang-orang di sekitarmu di manapun kamu berada, Nak.’ Doa itu yang menemani saya dari Trowulan sampai California,” ujar Ridwan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).