- Tangkapan layar instagram
Viral Wanita Dilecehkan di KRL hingga Menangis dan Gemetar, Pelaku Dilabrak Penumpang lalu Ditangkap Petugas
tvOnenews.com - Perjalanan malam seorang penumpang wanita di KRL rute Jakarta Kota-Nambo berubah menjadi pengalaman traumatis setelah dirinya diduga menjadi korban pelecehan seksual pada Senin (28/9/2026). Korban terlihat menangis histeris hingga tubuhnya gemetar setelah mengalami kejadian tersebut.
Situasi di dalam kereta sontak memanas. Penumpang lain yang mengetahui kejadian tersebut langsung menegur dan melabrak pria yang diduga sebagai pelaku. Saat rangkaian KRL berhenti di Stasiun Lenteng Agung, laporan segera disampaikan kepada petugas keamanan.
Tak lama kemudian, pria yang diduga melakukan pelecehan diamankan petugas dan dibawa keluar dari rangkaian kereta. Korban dan terduga pelaku selanjutnya dibawa ke pos pengamanan untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tersebut, menurut KAI Commuter, pria itu mengakui perbuatannya.
Korban Menangis, Penumpang Langsung Labrak Terduga Pelaku
Kasus tersebut terjadi ketika KRL melayani perjalanan rute Jakarta Kota-Nambo pada Senin malam. Video yang merekam situasi setelah kejadian kemudian beredar di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, korban terlihat duduk sambil menangis dan gemetar. Kondisi korban memancing perhatian pengguna KRL lainnya. Sejumlah penumpang kemudian menghadapi pria yang diduga sebagai pelaku dan meminta agar tindakan tersebut dihentikan.
"Kasihan ini mbaknya sampai gemeteran," ujar salah satu penumpang wanita dalam video tersebut, dilansir Rabu (30/09/26)
"Lu napa lu, T*lol. G*blok. Masih orang rame lu berani-beraninya lu kayak gitu. Yang di pintu tolong panggil sekuriti, tolong," ujarnya.
Ketika kereta tiba di Stasiun Lenteng Agung, petugas langsung bergerak setelah menerima laporan dari penumpang.
Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas pengamanan kereta (pam walka) bersama petugas pengamanan stasiun segera mengamankan terduga pelaku," kata Leza.
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa penanganan tidak berhenti pada teguran dari sesama penumpang. Terduga pelaku benar-benar diamankan oleh petugas keamanan setelah laporan diterima.
Korban dan pria tersebut kemudian dibawa ke pos pengamanan di Stasiun Lenteng Agung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Terduga Pelaku Diamankan dan Mengakui Perbuatannya
Di pos pengamanan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kejadian yang dilaporkan. Berdasarkan keterangan KAI Commuter, pria yang diamankan tersebut kemudian mengakui perbuatannya.
KAI Commuter menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan kriminalitas, termasuk kekerasan seksual, yang terjadi di lingkungan Commuter Line maupun stasiun.
"Kami tidak akan menoleransi tindakan-tindakan kriminalitas, termasuk kekerasan seksual, di Commuter Line atau stasiun," tuturnya.
KAI Commuter juga mengapresiasi penumpang yang berani memberikan bantuan kepada korban sekaligus melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
"KAI Commuter menyampaikan terima kasih kepada pengguna lainnya yang peduli terhadap pengguna lain yang menjadi korban dan segera melaporkan tindakan pelaku kepada petugas," sebutnya.
Dengan demikian, rangkaian penanganan kasus berlangsung mulai dari laporan penumpang, pengamanan terduga pelaku di Stasiun Lenteng Agung, hingga pemeriksaan di pos keamanan.
Masuk Daftar Hitam, Korban Didampingi ke Proses Hukum
Selain mengamankan pria tersebut, KAI Commuter mengambil langkah administratif dengan memasukkannya ke dalam daftar hitam atau blacklist penumpang.
Langkah itu dilakukan sebagai upaya mencegah orang yang sama kembali menggunakan layanan Commuter Line dan mengantisipasi terulangnya tindakan serupa.
KAI Commuter juga memastikan korban tidak dibiarkan menghadapi proses tersebut sendirian. Pihak operator menyatakan akan memberikan pendampingan kepada korban hingga perkara diserahkan kepada pihak berwajib.
"KAI Commuter juga menjamin keamanan pengguna Commuter Line. Dalam kaitan dengan perilaku kekerasan seksual ini, kami memastikan akan mendampingi korban sampai ke pihak yang berwajib," sambungnya.
Kasus ini sekaligus memperlihatkan pentingnya keberanian penumpang untuk segera melapor ketika melihat atau mengalami tindakan pelecehan. Respons cepat memungkinkan petugas mengambil tindakan ketika kereta tiba di stasiun.
Meski terduga pelaku telah diamankan dan menurut KAI Commuter mengakui perbuatannya saat pemeriksaan, proses hukum selanjutnya tetap menjadi kewenangan pihak berwajib.
Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan identitas maupun rekaman korban secara sembarangan. Dalam kasus kekerasan seksual, menjaga privasi korban menjadi bagian penting agar penanganan perkara tidak menimbulkan dampak tambahan bagi korban. (udn)