news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Karhutla TNBTS.
Sumber :
  • tim tvone - edy cahyono

Alarm untuk Orang Tua, IDAI Peringatkan Kasus ISPA Dampak Karhutla sebagai Darurat Kesehatan Anak

Indonesia tengah dihadapkan dengan bencana lingkungan, Karhutla. Wilayah Kalimantan salah satu, daerah yang paling terdampak. Asapnya perlu diwaspadai orang tua
Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvonenews.com- Ikatan dokter anak indonesia (IDAI) menyampaikan perlu adanya kewaspadaan pada orang tua. Terlebih yang tinggal di wilayah terdampak Karhutla.

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia atau Karhutla, terjadi banyak di daerah. Salah satu wilayah terdampak besar yaitu Kalimantan. IDAI berpesan agar tidak menyepelekan asapnya.

Dalam keterangan resminya, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR.Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A, ia jika karhutla bukan hanya sekedar kebekaran. Namun juga darurat kesehatan anak dan kelompok rentan.

BNPB Kerahkan Armada Helikopter untuk Water Bombing Karhutla di 6 Provinsi.
Sumber :
  • Dokumentasi BNPB

"Bukan hanya sebagai bencana lingkungan, tetapi juga darurat kesehatan anak dan kelompok rentan. Asapnya itu mengandung partikel halus PM2.5 yang sangat berbahayabagi saluran pernafasan anak," jelasnya dalam keterangan yang diterima tvonenews.com, Kamis (1/10).

Sehubungan dengan Karhutla saat ini, dr. Piprim juga menjelaskan kalau partikel halus tadi sangat berbahaya bagi kesehatan anak.

Bahkan disampaikan juga oleh Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. Wahyuni Indawati kondisi tersebut juga bisa meningkatkan peluang rawat inap.

Sebab karhutla yang berdampak pada kesehatan anak, memicu penyakit asma sampai peningkatan kasus rawat inap di Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan.

"Partikel ini bisa masuk aliran darah, anak-anak adalah kelompok rentan karena mereka menghirup lebih banyak udara relatif orang dewasa," jelas dr. Piprim.

"Meta analisis mencatat, setiap kenaikan udara 10ug/m3 PM2.5 akibat kebakaran hutan berasosiasi dengan peningkatan sekitar 6 persen rawat inap karena asma," kata dr.Wahyuni.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah mencatat 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla sejak 18 Agustus hingga 21 September 2026.

Dalam datanya, dijelaskan sebanyak 40.363 kasus di antaranya dialami balita. Dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

Menurut Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Then Suyanti bahwa berdasarkan data terkini terdapat 4.533 kasus ISPA.

"Data untuk hari ini, ada 4.533. Jadi yang sisanya sudah sembuh atau sehat kembali," kata Then.

Dampak dari Karhutla ini, Kemenkes juga mengeluarkan surat rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk mempertimbangkan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai salah satu langkah mengurangi paparan asap terhadap anak-anak yang merupakan kelompok rentan.

Sementara luas tersampak karhutla, berdasarkan data hingga pertengahan hingga akhir tahun 2026, sementara sebaran luas karhutla terbagi di beberapa provinsi utama di Kalimantan. 

Pertama di Kalimantan Barat: Seluas 38.310,86 hektar, menjadi wilayah terluas yang terdampak dan telah melampaui total luas tahun sebelumnya.

Kedua Kalimantan Selatan: Seluas 8.019,62 hingga 8.620 hektar.

Ketiga Kalimantan Tengah: Seluas 7.634,46 hektar. 

(klw)

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral