news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Krisis Air Jadi Inspirasi, Siswa SMA Jakarta Ciptakan Alat Pemanen Air dari Udara Sabet Juara National Innovation Challenge 2026.
Sumber :
  • Ilustrasi

Krisis Air Jadi Inspirasi, Siswa SMA Jakarta Ciptakan Alat Pemanen Air dari Udara: Sabet Juara National Innovation Challenge 2026

Siswa SMAN 21 Jakarta menciptakan alat pemanen air dari kelembapan udara dan memenangkan National Innovation Challenge 2026. Begini cara kerjanya
Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Persoalan air bersih ternyata bisa mendorong lahirnya inovasi dari tempat yang tidak terduga. Bukan dari laboratorium perusahaan teknologi atau lembaga riset besar, sebuah gagasan untuk mendapatkan air dari udara justru dikembangkan oleh sekelompok siswa SMA di Jakarta. Mereka melihat keterbatasan akses air bersih sebagai persoalan nyata yang masih dihadapi masyarakat, terutama ketika musim kemarau.

Isu tersebut bukan persoalan kecil. Laporan terbaru WHO dan UNICEF menunjukkan sekitar 2,1 miliar orang di dunia masih belum memiliki akses terhadap layanan air minum yang dikelola secara aman. Meski cakupan akses air minum aman secara global meningkat dari 68 persen pada 2015 menjadi 74 persen pada 2024, kesenjangan akses masih menjadi tantangan besar.

Indonesia pun menghadapi tantangan serupa. Data UNICEF menunjukkan bahwa pada 2022, proporsi penduduk Indonesia yang menggunakan layanan air minum yang dikelola secara aman baru mencapai sekitar 30 persen. Artinya, persoalan air bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber daya, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu menyediakan air yang lebih aman dan mudah diakses.

Ketika Kelembapan Udara Diubah Menjadi Sumber Air

Teknologi untuk mendapatkan air dari udara sebenarnya bukan konsep fiksi. Di Amerika Serikat, Atmospheric Water Generation (AWG) telah dipertimbangkan sebagai salah satu sumber air alternatif. 

Departemen Energi AS menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja dengan mengambil uap air dari atmosfer, antara lain melalui proses kondensasi, material penyerap kelembapan atau teknologi membran. Jumlah air yang dapat diperoleh sangat dipengaruhi temperatur dan tingkat kelembapan udara.

Pengembangan teknologi semacam ini bahkan telah memasuki tahap komersialisasi. Departemen Energi AS pernah mengumumkan pengembangan teknologi AirJoule yang memanfaatkan material metal-organic frameworks atau MOF untuk menangkap air dari udara. 

Teknologi tersebut dirancang agar lebih hemat energi dibandingkan sistem dehumidifikasi konvensional dan memiliki potensi digunakan untuk menghasilkan air minum di wilayah yang mengalami keterbatasan air. 

Negara maju seperti Singapura juga menunjukkan bagaimana keterbatasan sumber air dapat mendorong inovasi. Negara tersebut termasuk negara yang mengalami tekanan tinggi terhadap ketersediaan air karena tidak memiliki sumber daya air alami dalam jumlah besar. 

Berita Terkait

1
2 3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral