news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mengenal Dato’ Sri Tahir, Pengusaha Mayapada yang Kini Jadi Wantimpres Prabowo Pendidikan, Bisnis hingga Harta Kekayaan.
Sumber :
  • Sekertariat Negara

Mengenal Dato’ Sri Tahir, Pengusaha Mayapada yang Kini Jadi Wantimpres Prabowo: Pendidikan, Bisnis hingga Harta Kekayaan

Dato’ Sri Tahir resmi menjadi anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan bisnis, kiprah sosial, dan harta kekayaannya.
Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:14 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nama Dato’ Sri Tahir kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mengangkatnya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres Republik Indonesia. Tahir dilantik bersama 25 anggota lainnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.

Masuknya Tahir ke dalam jajaran Wantimpres membawa rekam jejak yang berbeda dari sejumlah tokoh lain. Ia dikenal luas sebagai pengusaha dan pendiri Mayapada Group, dengan pengalaman panjang di sektor perbankan, kesehatan, properti, media, hingga sejumlah bidang usaha lainnya. Di luar bisnis, Tahir juga membangun aktivitas filantropi melalui Tahir Foundation.

Lantas, siapa sebenarnya Dato’ Sri Tahir? Seperti apa latar belakang pendidikan dan perjalanan bisnisnya, serta seberapa besar harta kekayaan yang tercatat atas namanya? Berikut profil Tahir yang kini dipercaya menjadi bagian dari lembaga penasihat Presiden Prabowo Subianto.

Profil dan Pendidikan Dato’ Sri Tahir

Dato’ Sri Tahir lahir di Surabaya pada 26 Maret 1952 dengan nama Tahir. Dalam profil resmi Wantimpres, ia tercatat menyelesaikan pendidikan Bachelor of Arts/Science di Nanyang University pada 1976.

Pendidikan bisnisnya kemudian berlanjut ke Golden Gate University. Tahir memperoleh gelar Master of Business Administration atau MBA pada 1987. Tidak berhenti di pendidikan bisnis, ia juga menyelesaikan program doktoral bidang Studi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada pada 2019. ([Wantimpres RI][3])

Perjalanan profesional Tahir mulai berkembang sejak dunia usaha pada dekade 1980-an. Forbes mencatat ia sempat memulai bisnis dari sektor dealer mobil sebelum kemudian beralih ke industri garmen. Dari perjalanan tersebut, bisnisnya berkembang hingga melahirkan Mayapada Group.

Tahir kemudian membangun kelompok usaha dengan cakupan yang semakin luas. Saat ini, Mayapada memiliki kepentingan bisnis di sejumlah sektor, termasuk perbankan, layanan kesehatan, media, dan properti. Forbes juga mencatat keluarga Tahir memiliki kepemilikan pada perusahaan terbuka seperti Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia.

Selain mendirikan Mayapada Group, Tahir juga tercatat sebagai pendiri Tahir Foundation. Dalam perjalanan profesionalnya, ia pernah menjadi anggota dewan pengawas University of California, Berkeley, visiting professor di Singapore Management University, serta pernah terlibat sebagai penasihat sejumlah lembaga dan institusi pendidikan.

Dato’ Sri Tahir dilantik jadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI
Sumber :
  • tvOnenews.com

Bisnis, Filantropi dan Rekam Jejak Tahir

Kiprah Tahir tidak hanya berkembang melalui perusahaan. Ia juga dikenal melalui aktivitas sosial dan filantropi yang dijalankan melalui Tahir Foundation.

Lembaga tersebut bergerak antara lain dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan. Salah satu bentuk dukungan di bidang pendidikan terlihat ketika Tahir Foundation memberikan donasi pendidikan Rp10 miliar kepada Universitas Indonesia pada 2020.

Pada masa pandemi COVID-19, Mayapada Group dan Tahir Foundation juga menyalurkan bantuan sekitar Rp52 miliar. Berdasarkan catatan Wantimpres, bantuan tersebut diarahkan antara lain kepada masyarakat DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dalam bentuk uang tunai, voucher belanja, serta alat kesehatan.

“Bantuan ini akan kami salurkan kepada warga DKI Jakarta sekitar Rp22 miliar, Provinsi Jawa Barat sekitar Rp10 miliar, Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp10 miliar dan Provinsi Jawa Timur sekitar Rp10 miliar,” kata Tahir dalam keterangan mengenai bantuan tersebut.

Aktivitas kemanusiaannya juga menjangkau luar Indonesia. Pada 2021, Tahir Foundation memberikan hibah Rp10 miliar untuk mendukung respons kemanusiaan UNICEF di Afghanistan. Dana tersebut digunakan untuk mendukung layanan kesehatan dan gizi bagi anak-anak dan perempuan serta perlindungan psikososial bagi anak-anak yang terdampak krisis.

Berapa Harta Kekayaan Dato’ Sri Tahir?

Nama Tahir juga kerap muncul dalam pemberitaan mengenai daftar orang dengan kekayaan terbesar di Indonesia. Namun, ada perbedaan antara angka yang tercatat dalam LHKPN dan estimasi kekayaan yang dihitung lembaga pemeringkat kekayaan seperti Forbes.

Dalam LHKPN periodik 2023, Tahir tercatat memiliki total harta Rp9.345.716.818.693 atau sekitar Rp9,35 triliun. Saat angka tersebut diberitakan pada April 2024, data tersebut masih dalam proses verifikasi sehingga nilainya dapat berubah. Laporan periode sebelumnya, yakni 2022, tercatat sekitar Rp9,28 triliun. 

Sementara itu, Forbes menggunakan metode berbeda dalam menghitung kekayaan. Per 10 September 2026, Forbes mencatat kekayaan Tahir dan keluarga sekitar US$9,5 miliar. Angka Forbes merupakan estimasi nilai kekayaan dan kepemilikan bisnis, sehingga tidak dapat disamakan langsung dengan angka LHKPN.

Dengan latar belakang sebagai pengusaha, akademisi, filantropis, dan tokoh yang memiliki pengalaman di sejumlah institusi, Tahir kini mendapat peran baru di pemerintahan.

Dalam pelantikan 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo mengambil sumpah para anggota Wantimpres. Salah satu bagian sumpah tersebut berbunyi, “Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab.”

Ketua Wantimpres Pratikno mengatakan jajaran baru lembaga tersebut berasal dari berbagai latar belakang dan pengalaman. Menurutnya, keragaman pengetahuan dan rekam jejak tersebut menjadi modal untuk memberikan masukan kepada Presiden.

Kini, pengalaman panjang Tahir di dunia usaha, pendidikan, dan kegiatan sosial menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawa ke posisi barunya sebagai anggota Wantimpres Republik Indonesia. (udn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral