- Tangkapan layar intagram
Viral ABK Kapal Ikan Disiksa dalam Tong Isi Air, Polisi Temukan 4 Korban dan Buru Pelaku
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri mengatakan penyelidikan awal menunjukkan terdapat empat ABK yang diduga menjadi korban.
"Ada empat. Yang pertama Ilhas Sya'labudin, yang kedua Oktavian Maghriza, yang ketiga adalah Johan Saputra, yang keempat adalah Syawal Suswono," ucapnya pada awak media di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (2/10/2026).
Keempatnya diketahui merupakan ABK KM Maulana 23. Mereka direkrut pada akhir Juli dan kemudian berangkat dari Dermaga Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, dengan tujuan Merauke.
Persoalan mulai terungkap setelah pihak pengurus kapal menghubungi keluarga salah satu korban, Ilhas Sya'labudin. Saat itu, keluarga mendapat informasi bahwa Ilhas disebut mengalami sakit beri-beri dan telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Dobo, Kepulauan Aru.
"Namun pada awal Agustus, pengurus kapal ini juga melakukan komunikasi dengan ibu korban atas nama Ilhas ini bahwa menyatakan anak Ibu sakit, sakit beri-beri dan sudah dilakukan perawatan di Rumah Sakit Dobo di wilayah hukum Kepulauan Aru," jelas Alrasyidin.
Polisi kemudian melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut. Hasil penelusuran awal justru menemukan bahwa korban diduga tidak mendapatkan perawatan di rumah sakit sebagaimana informasi yang diterima keluarganya.
"Setelah kita dalami, ternyata dugaan sementara korban memang dilakukan penganiayaan apabila tidak mencapai satu target untuk menangkap cumi-cumi maupun komoditi lainnya," kata dia.
Temuan tersebut membuat polisi memperluas penyelidikan terhadap dugaan kekerasan yang terjadi selama para ABK menjalankan pekerjaan di kapal.
Korban Dibawa ke Rumah Sakit, Polisi Koordinasi dengan KKP
Setelah keberadaan kapal terlacak di wilayah Kepulauan Aru, langkah pertama aparat adalah memastikan keselamatan para ABK yang diduga menjadi korban.
Budi mengatakan Polda Metro Jaya melalui Polres Tanjung Priok telah berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Kepulauan Aru.
"Polda Metro Jaya melalui Polres Tanjung Priok telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan para ABK yang diduga menjadi korban," terang Budi.
"Saat ini, para korban telah dibawa ke RSUD Dobo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis," imbuhnya.