- Antara
DPP Golkar: Rangkap Jabatan Menko Bahlil Perjelas Koordinasi dan Percepat Eksekusi Hilirisasi
“Saya melihatnya justru dalam kerangka memperjelas rantai koordinasi dan eksekusi. Dengan mandat yang diberikan Presiden, koordinasi kebijakan hilirisasi dan energi serta eksekusinya dapat lebih terkonsolidasi di bawah kepemimpinan Pak Bahlil,” ujarnya.
Pada akhirnya, Abdul Rahman menegaskan bahwa tolok ukur utama dari format kepemimpinan ganda ini terletak pada hasil nyata di lapangan.
“Jadi bagi saya, substansinya bukan menambah panjang koordinasi, tetapi bagaimana koordinasi dan eksekusi kebijakan strategis bisa semakin terkonsolidasi. Pada akhirnya efektivitas struktur ini tentu akan terlihat dari implementasi dan hasil yang dicapai,” pungkas Abdul Rahman.
Bahlil Lahadalia resmi dilantik oleh Presiden pada 1 Oktober 2026 sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM.
Menanggapi perannya, Bahlil menegaskan bahwa pembentukan kementerian koordinator ini ditujukan guna mempercepat realisasi program kerja, terlebih sekitar 90 persen porsi investasi hilirisasi terpusat pada sektor ESDM. (dpi)