- Instagram SrikandiIndonesia
Mengenal Mayjen Dian Andriani, Dari Dokter hingga Jenderal: Perempuan Pertama di TNI AD yang Raih Bintang Dua
tvOnenews.com - Perjalanan seorang prajurit menuju pangkat jenderal tidak selalu berawal dari korps tempur. Hal itu tergambar dari sosok Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Sp.KK., M.Biomed., M.A.R.S., S.H., M.H., FINSDV., FAADV. Ia merupakan dokter spesialis yang berkarier di lingkungan Korps Kesehatan Militer (CKM), tetapi kemudian mencatat sejarah sebagai perempuan pertama di TNI Angkatan Darat yang menyandang pangkat Mayor Jenderal atau bintang dua.
Kenaikan pangkat tersebut berlangsung pada Mei 2024. Dian menjadi salah satu dari 46 perwira tinggi TNI AD yang memperoleh kenaikan pangkat. Dalam laporan korps di Mabes TNI, ia tercatat sebagai prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) pertama yang mencapai pangkat bintang dua.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Dian di dunia militer dan kesehatan. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjalani berbagai penugasan, mulai dari Kesdam IV/Diponegoro, menjadi dokter di lingkungan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), hingga menduduki sejumlah posisi di rumah sakit militer. Di saat yang sama, pendidikan yang ditempuhnya juga tidak berhenti pada kedokteran, tetapi berkembang ke bidang administrasi rumah sakit dan hukum.
Berawal dari Dokter, Masuk TNI AD pada 1989
Dian Andriani lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 3 Juni 1966. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMUN 2 Ujung Pandang, ia melanjutkan pendidikan kedokteran dan kemudian masuk jalur militer melalui Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepalmilsuk) II pada 1989.
Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Dian bergabung dengan Korps Kesehatan Militer dan mengawali karier sebagai perwira pertama di Kesdam IV/Diponegoro. Pada periode berikutnya, ia juga mengikuti sejumlah pendidikan militer, antara lain Sussarcabkes pada 1992, Suslapa I Kes pada 1997, dan Suslapa II Kes pada 2000.
Di bidang akademis, perjalanan Dian juga cukup panjang. Ia menyelesaikan pendidikan S1 dan Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada 1992. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan spesialis kulit dan kelamin di Universitas Indonesia serta menempuh pendidikan magister di bidang biomedik dan administrasi rumah sakit. Ia juga memiliki latar pendidikan hukum.
Kombinasi antara kedokteran, kesehatan militer, administrasi rumah sakit, dan hukum tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan profesional Dian selama bertugas di TNI AD.
Pernah Jadi Dokter Paspampres hingga Pimpin Rumah Sakit
Salah satu penugasan yang menonjol dalam perjalanan awal karier Dian adalah ketika ia menjadi dokter Detasemen Kesehatan Paspampres pada 1993. Ia menjalankan tugas tersebut pada era Presiden Soeharto sebelum kemudian melanjutkan kariernya di lingkungan rumah sakit militer.
Sebagian besar perjalanan karier Dian kemudian berkaitan dengan pelayanan dan pengelolaan kesehatan militer. Ia menduduki berbagai posisi di Rumah Sakit Tingkat II Moh. Ridwan Meuraksa Kesdam Jaya, mulai dari Kanit UGD, sejumlah jabatan di bidang penyakit kulit dan kelamin, hingga Kepala Komite Medik.
Pada 2017, Dian dipercaya menjadi Kepala Rumah Sakit Tingkat II Moh. Ridwan Meuraksa Kesdam Jaya. Setelah itu, ia melanjutkan penugasan sebagai Kepala Departemen Penyakit Kulit dan Kelamin RSPAD Gatot Subroto pada 2019. Ia kemudian menjadi bagian dari Komite Etik Perumahsakitan RSPAD Gatot Subroto pada 2021.
Rangkaian jabatan tersebut menunjukkan bahwa karier Dian tidak hanya berkembang sebagai tenaga medis, tetapi juga bergerak ke wilayah manajemen, pendidikan, dan tata kelola institusi kesehatan.
- Instagram Dianandrianiratna
Naik ke Bintang Dua dan Cetak Sejarah Kowad
Babak penting dalam perjalanan Dian terjadi pada 1 April 2024 ketika ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Pertahanan (Unhan). Tidak lama kemudian, pangkatnya naik menjadi Mayor Jenderal.
Panglima TNI menerima laporan korps kenaikan pangkat 75 perwira tinggi pada 15 Mei 2024. Dari jumlah tersebut, 46 merupakan Pati TNI AD. Nama Dian Andriani termasuk di dalamnya dan kenaikan pangkat tersebut menjadikannya perempuan pertama di lingkungan TNI AD yang menyandang pangkat bintang dua.
Dalam catatan mengenai pencapaian tersebut, Dian menyebut kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal sebagai penghargaan yang sangat berarti bagi Kowad. Ia juga berharap pencapaian tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju kesempatan yang lebih besar bagi prajurit perempuan TNI AD pada masa mendatang.
Dengan demikian, perjalanan Dian Andriani tidak hanya berkaitan dengan satu kenaikan pangkat. Dari seorang dokter yang masuk TNI AD pada 1989, bertugas di Paspampres, menjalani belasan tahun di rumah sakit militer, hingga dipercaya mengemban jabatan di Unhan, perjalanan tersebut berujung pada sebuah catatan sejarah.
Dian Andriani menjadi perempuan pertama dalam sejarah TNI AD yang meraih pangkat Mayor Jenderal atau bintang dua—sebuah pencapaian yang lahir setelah lebih dari tiga dekade perjalanan di bidang kesehatan militer, kedokteran, pendidikan, dan berbagai penugasan strategis. (udn)