- Antara
Ditjenpas Pindahkan 115 Napi termasuk Pihak yang Viral Diduga Pesta Sabu di Rutan Depok ke Nusakambangan
Jakarta, tvOnenews.com- Buntut viralnya video pesta sabu di Rutan Depok beberapa waktu lalu. Ditjenpas pun bertindak tegas, seperti memindahkan ratusan napi.
Sebanyak 115 narapidana dari Rutan Kelas I Depok ke sejumlah lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan, termasuk mereka yang terkait dengan video viral tersebut.
"yang di Rutan Depok ini ada 115 yang kami pindahkan, termasuk juga yang terdampak dalam video viral beberapa hari yang lalu, kita sudah pindahkan," ucap Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas Tatan Dirsan Atmaja, dikutip dari Antara, Kamis (8/10).
Dijelaskan pula, kalau pemindahan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat risiko, pelanggaran, serta kebutuhan pembinaan masing-masing narapidana.
- Feru Lantara-Antara
Seluruh narapidana yang dipindahkan tidak ditempatkan secara seragam, tetapi disesuaikan dengan tingkat risiko, pelanggarannya, dan hasil asesmen.
Sementara para oknum petugas yang terlibat, kata Ditjenpas mereka diperiksa terkait persoalan tersebut.
Tatan menambahkan satu dari lima pegawai tersebut telah menjalani proses hukum di Polres Metro Depok. Hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan Kepolisian.
"ini merupakan efek jera, kemudian sebagai peringatan. Kita tunjukkan kepada masyarakat kita tidak main-main dengan warga binaan yang melakukan pelanggaran, termasuk pegawai yang melakukan pelanggaran," tegasnya.
Seperti diketahui, sebelum viralnya video dugaan pesta sabu tersebut. Berdasarkan video yang beredar, tampak sejumlah orang berada dalam sebuah ruangan dengan musik cukup keras. Beberapa orang terlihat berjoget.
Video itu, sebelumnya diunggah akun Instagram @dewanperwakilanetizen.id pada Sabtu.
Sebelumnya Rutan Depok melakukan razia gabungan pada 23 September 2026.
Sejumlah petugas melakukan penyisiran di empat blok hunian. Sebanyak 50 warga binaan juga menjalani tes urine secara acak.
Namun hasil pemeriksaan disebut, seluruhnya negatif. Razia tersebut juga diklaim menghasilkan temuan zero handphone, zero senjata tajam, dan zero narkoba. Kasus ini pun masih didalami pihak berwajib.(klw)