news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemerintah Indonesia menyuarakan urgensi pembenahan sistem pengelolaan royalti hak cipta lintas batas agar berjalan lebih terbuka, akuntabel, serta ditopang integrasi sistem antarnegara..
Sumber :
  • Kementerian Hukum

Pengelolaan Royalti Lintas Negara Perlu Diperkuat, Pemerintah Indonesia Dorong Sistem yang Saling Terhubung

Pemerintah Indonesia menyuarakan urgensi pembenahan sistem pengelolaan royalti hak cipta lintas batas agar berjalan lebih terbuka, akuntabel, serta ditopang oleh integrasi sistem antarnegara.
Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:57 WIB
Reporter:
Editor :

Salah satu gagasan yang muncul ialah menguji sekitar 100 karya musik untuk melihat persoalan mulai dari penciptaan, rekaman, identifikasi hak, penggunaan, hingga pembayaran.
 
Persoalan tersebut semakin penting ketika karya digunakan melalui platform digital global.
 
Michel Allain dari Copyright Management Division WIPO mengakui negosiasi lisensi dan royalti dengan perusahaan besar seperti Google dan Apple bukan perkara mudah. 

“Pasarnya global, maka solusinya juga harus global,” katanya.
 
Allain menjelaskan, WIPO Connect dapat menjadi salah satu infrastruktur untuk memperbaiki pertukaran data. 

Sistem tersebut tersedia secara gratis bagi negara berkembang, sementara infrastruktur seperti server dan cloud perlu disiapkan oleh negara atau organisasi manajemen kolektif.
 
Indonesia sendiri mendorong agar tata kelola royalti tidak hanya bergantung pada hubungan kontraktual antarpelaku industri. 

Pemerintah mengusulkan adanya parameter global yang dapat menjadi acuan bersama dalam menentukan perkembangan nilai royalti.
 
Usulan tersebut akan diperjuangkan melalui Standing Committee on Copyright and Related Rights (SCCR) WIPO. Sidang berikutnya dijadwalkan berlangsung pada akhir November hingga awal Desember 2026.
 
Hermansyah mengatakan hasil dialog Bali menunjukkan transparansi, akuntabilitas, dan interoperabilitas merupakan tiga unsur yang saling memperkuat. 

Interoperabilitas tidak berarti seluruh negara harus menggunakan sistem yang sama, melainkan sistem yang berbeda harus mampu saling memahami melalui standar bersama.
 
“Kami siap melanjutkan diskusi  yang lebih teknis bersama seluruh mitra yang berminat, secara terbuka dan inklusif,” katanya.
 
Bagi Indonesia, dialog ini menjadi tahap awal untuk membangun kerja sama internasional yang memungkinkan pencipta tidak hanya mengetahui ke mana karya mereka digunakan, tetapi juga dapat menelusuri, memverifikasi, dan menerima royalti yang menjadi hak mereka. (dpi)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral