- Istimewa
Ingatkan Para Aktivis Mahasiswa, Hamdan Zoelva: Jabatan Itu Amanah, Jaga Sikap dan Perilaku
Jakarta, tvOnenews.com - Kepengurusan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) masa bakti 2026–2029 resmi dikukuhkan pada Kamis (8/10).
Agenda pelantikan yang berlangsung di Novotel Jakarta Pulomas tersebut menandai dimulainya kepemimpinan anyar di bawah komando Achmad Donny sebagai Ketua Umum.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva.
Dalam arahannya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI itu menekankan bahwa roda kepemimpinan organisasi kemahasiswaan wajib bertumpu pada etika, rasa tanggung jawab, serta komitmen menjaga kehormatan organisasi.
Nilai integritas dan moralitas dinilai harus berjalan beriringan dengan kecakapan intelektual para aktivis pengurus.
Pada periode ini, PB SEMMI mengangkat tema besar “Menjaga Persatuan, Menyatukan Gerakan, Menguatkan Indonesia.”
Landasan ini diterjemahkan secara nyata melalui rekonsiliasi pascakongres, di mana seluruh figur yang sempat bersaing dalam kontestasi ketua umum diajak bergabung ke dalam struktur kepengurusan guna mengikis sekat-sekat friksi.
Menanggapi langkah konsolidasi tersebut, Ketua Umum PB SEMMI Achmad Donny menegaskan tekadnya untuk menyudahi rivalitas demi kemajuan roda organisasi.
“Kita sudah melewati proses kongres dan hari ini waktunya kita menyatukan kembali seluruh kekuatan yang ada. Seluruh kandidat kita rangkul, karena setelah kompetisi selesai, tidak ada lagi kelompok-kelompok. Yang ada adalah satu PB SEMMI, satu gerakan, dan satu tanggung jawab untuk membawa organisasi ini lebih maju,” ujar Achmad Donny.
Komitmen memperkuat solidaritas ini tak hanya dibangun di tataran internal.
Donny menekankan pentingnya merawat ruang silaturahmi dengan berbagai elemen kepemudaan dan kemahasiswaan lintas latar belakang, seperti HMI, GMNI, PMKRI, KMHDI, PII, LMND, Gemura, hingga Pemuda Muslimin Indonesia DKI Jakarta yang turut hadir di lokasi.
“Kehadiran GMNI, PII, PMKRI, KMHDI, HMI, LMND, Gemura, Pemuda Muslimin Indonesia DKI Jakarta dan berbagai elemen lainnya menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang organisasi bukan alasan untuk berhenti membangun persatuan. Kita boleh berbeda dalam cara pandang dan gerakan, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama terhadap masa depan bangsa,” katanya.
Lebih jauh, Donny mengingatkan jajaran fungsionarisnya agar menjadikan wejangan Hamdan Zoelva mengenai etika kepemimpinan sebagai panduan moral dalam menjalankan tugas keorganisasian selama tiga tahun ke depan.
“Pesan Ayahanda Hamdan Zoelva tentang pentingnya etika harus menjadi pegangan bagi seluruh pengurus. Jabatan dalam organisasi bukan sekadar posisi, tetapi amanah. Karena itu, kita harus menjaga sikap, menjaga marwah organisasi, dan memastikan setiap langkah yang kita ambil memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” tegasnya.
Mengawali masa bakti 2026–2029, PB SEMMI berkomitmen mewujudkan kepengurusan yang solid, terbuka, serta berfokus pada kaderisasi dan kontribusi nyata dalam menjawab beragam tantangan kebangsaan. (dpi)