- ANTARA
Jelang Satu Abad Sumpah Pemuda, Konsolidasi Pemuda Jadi Kunci Hadapi Tantangan Bangsa
tvOnenews.com - Momentum menuju satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 menjadi pengingat bahwa persatuan generasi muda masih dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan bangsa. Semangat yang menyatukan pemuda dari beragam latar belakang pada 1928 kini perlu diterjemahkan melalui langkah nyata, bukan sekadar seremoni atau peringatan tahunan.
Di tengah perbedaan pandangan, latar belakang, dan gerakan organisasi, konsolidasi lintas komunitas dinilai dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas. Pemuda tidak hanya dituntut memiliki gagasan, tetapi juga mampu membangun jejaring, menyatukan potensi, serta menghasilkan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat.
Berangkat dari semangat tersebut, Pemuda Mahasiswa Indonesia Raya (PEMIRA) mengajak organisasi, komunitas, kelompok, dan berbagai elemen pemuda untuk memperkuat konsolidasi menuju satu abad Sumpah Pemuda. Langkah ini diharapkan menjadi titik awal untuk membangun gerakan kepemudaan yang lebih terbuka, produktif, dan berperan aktif dalam menentukan arah masa depan Indonesia.
Ajakan konsolidasi tersebut akan diwujudkan melalui agenda pertemuan pemuda pada 17 Oktober 2026 di Gedung Joang '45, Menteng, Jakarta. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi, memperluas jaringan, bertukar gagasan, dan membuka peluang kolaborasi antarkelompok pemuda.
Ketua/Kordinator PEMIRA, Bintang Wahyu Saputra, menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak semata-mata bertujuan mengumpulkan sebanyak mungkin organisasi. Lebih dari itu, konsolidasi diharapkan menjadi sarana untuk menemukan titik temu di tengah keragaman gerakan dan kepentingan pemuda.
“Menuju satu abad Sumpah Pemuda, tantangan kita bukan lagi sekadar bagaimana pemuda berkumpul. Yang lebih penting adalah bagaimana energi, gagasan, dan potensi pemuda dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan positif untuk Indonesia,” kata Bintang di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya mengubah pertemuan menjadi kerja bersama. Dengan mempertemukan berbagai elemen kepemudaan, peluang untuk bertukar pengalaman, merumuskan gagasan, dan membangun inisiatif bersama diharapkan semakin terbuka.
Agenda ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan Indonesia pada masa mendatang. Konsolidasi lintas organisasi diharapkan tidak berhenti pada komunikasi, tetapi berlanjut menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Persatuan Pemuda Bukan Berarti Menghilangkan Perbedaan