news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jelang Satu Abad Sumpah Pemuda, Konsolidasi Pemuda Jadi Kunci Hadapi Tantangan Bangsa.
Sumber :
  • ANTARA

Jelang Satu Abad Sumpah Pemuda, Konsolidasi Pemuda Jadi Kunci Hadapi Tantangan Bangsa

Menjelang satu abad Sumpah Pemuda, PEMIRA mengajak organisasi dan komunitas pemuda memperkuat konsolidasi, kolaborasi, serta kontribusi nyata
Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:01 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Momentum menuju satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 menjadi pengingat bahwa persatuan generasi muda masih dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan bangsa. Semangat yang menyatukan pemuda dari beragam latar belakang pada 1928 kini perlu diterjemahkan melalui langkah nyata, bukan sekadar seremoni atau peringatan tahunan.

Di tengah perbedaan pandangan, latar belakang, dan gerakan organisasi, konsolidasi lintas komunitas dinilai dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas. Pemuda tidak hanya dituntut memiliki gagasan, tetapi juga mampu membangun jejaring, menyatukan potensi, serta menghasilkan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat.

Berangkat dari semangat tersebut, Pemuda Mahasiswa Indonesia Raya (PEMIRA) mengajak organisasi, komunitas, kelompok, dan berbagai elemen pemuda untuk memperkuat konsolidasi menuju satu abad Sumpah Pemuda. Langkah ini diharapkan menjadi titik awal untuk membangun gerakan kepemudaan yang lebih terbuka, produktif, dan berperan aktif dalam menentukan arah masa depan Indonesia.

Ajakan konsolidasi tersebut akan diwujudkan melalui agenda pertemuan pemuda pada 17 Oktober 2026 di Gedung Joang '45, Menteng, Jakarta. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi, memperluas jaringan, bertukar gagasan, dan membuka peluang kolaborasi antarkelompok pemuda.

Ketua/Kordinator PEMIRA, Bintang Wahyu Saputra, menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak semata-mata bertujuan mengumpulkan sebanyak mungkin organisasi. Lebih dari itu, konsolidasi diharapkan menjadi sarana untuk menemukan titik temu di tengah keragaman gerakan dan kepentingan pemuda.

“Menuju satu abad Sumpah Pemuda, tantangan kita bukan lagi sekadar bagaimana pemuda berkumpul. Yang lebih penting adalah bagaimana energi, gagasan, dan potensi pemuda dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan positif untuk Indonesia,” kata Bintang di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya mengubah pertemuan menjadi kerja bersama. Dengan mempertemukan berbagai elemen kepemudaan, peluang untuk bertukar pengalaman, merumuskan gagasan, dan membangun inisiatif bersama diharapkan semakin terbuka.

Agenda ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan Indonesia pada masa mendatang. Konsolidasi lintas organisasi diharapkan tidak berhenti pada komunikasi, tetapi berlanjut menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Persatuan Pemuda Bukan Berarti Menghilangkan Perbedaan

Bintang menilai, semangat Sumpah Pemuda perlu terus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Persatuan bukan berarti setiap organisasi harus memiliki pandangan dan cara kerja yang sama. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi modal untuk memperkaya gagasan apabila diarahkan pada kepentingan bersama.

Setiap organisasi dan komunitas memiliki pengalaman, karakter, serta fokus gerakan yang berbeda. Keragaman tersebut dapat membuka kesempatan untuk saling melengkapi, memperluas perspektif, dan membangun kolaborasi yang sebelumnya sulit terwujud apabila masing-masing kelompok berjalan sendiri.

“Setiap organisasi dan komunitas memiliki latar belakang, pengalaman, dan gagasan yang berbeda. Perbedaan itu tidak seharusnya menjadi jarak. Justru dari keberagaman tersebut kita bisa membangun kolaborasi dan kontribusi yang lebih luas untuk Indonesia,” ujarnya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu landasan konsolidasi yang didorong PEMIRA. Ruang bersama dibutuhkan agar perbedaan tidak menjadi penghalang bagi kerja kolektif, melainkan menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan yang lebih beragam dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Bintang juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kepemudaan yang terbuka, kolaboratif, dan produktif menjelang satu abad Sumpah Pemuda. Karena itu, PEMIRA membuka kesempatan bagi organisasi, komunitas, serta kelompok pemuda untuk bergabung dalam agenda konsolidasi tersebut.

“Kami ingin membangun ruang bersama. Bukan untuk menyeragamkan organisasi atau gagasan, tetapi untuk mempertemukan energi pemuda dalam satu semangat kebangsaan,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, konsolidasi diharapkan mampu mempertemukan berbagai inisiatif kepemudaan tanpa menghilangkan identitas masing-masing organisasi.

Menuju 2028, Pemuda Didorong Berkontribusi Nyata bagi Bangsa

Momentum menuju satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 diharapkan tidak hanya menjadi penanda perjalanan sejarah, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagi PEMIRA, penguatan jaringan antarpemuda merupakan langkah awal untuk mendorong lahirnya gagasan dan kerja bersama yang lebih konkret. Kolaborasi lintas organisasi diharapkan membuka jalan bagi inisiatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi pemuda dalam pembangunan.

Tantangannya bukan hanya menghadirkan banyak kelompok dalam satu forum, melainkan memastikan komunikasi yang terbangun dapat berlanjut menjadi kegiatan yang produktif. Dengan demikian, konsolidasi tidak berhenti sebagai agenda pertemuan, tetapi berkembang menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, menyusun inisiatif, dan memperluas dampak gerakan kepemudaan.

Bintang berharap semakin banyak elemen pemuda bersedia mengambil bagian dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, generasi muda perlu hadir sebagai pelaku perubahan, bukan hanya menyaksikan perkembangan sosial, politik, dan pembangunan dari kejauhan.

“Pemuda jangan hanya menjadi penonton dalam perjalanan sejarah bangsa. Kita harus hadir, mengambil bagian, dan memastikan energi pemuda hari ini ikut menentukan arah Indonesia ke depan,” tutup Bintang.

Seperti dilansir ANTARA, PEMIRA mengajak berbagai organisasi dan komunitas pemuda memperkuat konsolidasi serta kolaborasi untuk menjawab tantangan Indonesia di masa depan. Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026 itu diharapkan menjadi langkah awal memperluas jejaring dan mendorong kerja bersama yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menjelang satu abad Sumpah Pemuda, tantangan generasi muda bukan sekadar menjaga semangat persatuan yang diwariskan sejarah. Hal yang tak kalah penting adalah menerjemahkannya menjadi tindakan nyata melalui kolaborasi, produktivitas, dan keterlibatan aktif dalam pembangunan bangsa. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral