news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kasus dugaan perundungan mahasiswa baru di Telkom University Bandung Viral.
Sumber :
  • Istimewa

Heboh Dugaan Perundungan di Universitas Telkom, Pemerhati Anak: Tanda Hilangnya Empati

Satu video viral di media sosial, yang memperlihatkan adanya seorang pria diduga melakukan perundungan terhadap temannya di Universitas Telkom.
Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan satu video dugaan perundungan yang terjadi di Universitas Telkom. Isu yang menjadi perhatian publik, hingga direspons pemerhati pendidikan dan anak.

Pemerhati pendidikan dan anak, Retno Listyarti, memberikan tanggapan soal viralnya seorang pria diduga lakukan perundungan atau bully ke temannya. Kondisi yang disayangkan karena tanda dari hilangnya rasa empati. 

Rasa empati yang dimaksud Retno ialah, bentuk rasa sesama manusia dalam berperilaku baik dan menyenangkan. Artinya, tidak adanya unsur bully, hina atau kekerasan fisik terhadap orang lain.

Ilustrasi bullying.
Sumber :
  • Antara

 Konteks video yang viral tersebut, tertulis "Hiburan Kamar" kata hiburan yang bermaksud senang-senang atau bahagia tapi tidak diberengi dengan sikap yang menyenangkan terhadap temannya.  

"Bicara kekerasan bukan bercanda disitu kan bilang penghiburan tapi kan "hiburan" itu tertawa bersama bahagia bersama, tapi kalau salah satu dari kita tidak ketawa atau terhibur itu bukan lagi bercanda tapi itu sudah bentuk pembullyan atau perundungan," katanya kepada tvOnenews.com, Senin (12/10/2026).

Kasus dugaan perundungan tersebut, ditegaskan Retno sebagai bentuk hal-hal yang seringkali dianggap sepele, berujung pada pembiasaan hingga menghasilkan hilangnya rasa empati (nir empati) sesama manusia. 

"ketika ada di sekolah dan dianggap normalisasi, dan berkembang saat menyakiti orang lain itu dianggap biasa. Disinilah matinya nurani dan matinya empati," jelas Retno.

Sehubungan dengan dugaan perundungan terhadap mahasiswa di Universitas Telkom tersebut, eks Komisioner KPAI itu juga mengingatkan soal peran orang tua, dan sekolah harus mencegah segala bentuk bully atau perundungan. 

Pasalnya, jika sebuah sikap tidak menyenangkan atau merugikan orang lain disepelekan. Kedepannya, bisa berkembang hingga di usia dewasa dan di fase kerja.

Dia mengajak agar setiap anak dibimbing dan juga membangun mental health. Sebab pelaku bully juga, termasuk tanda kondisi seseorang memiliki kejiwaan yang kurang sehat. 

"Sehat mental itu tidak mungkin menyakiti orang lain. Jadi ketika ada orang menyakiti orang lain itu namanya tidak sehat secara mental, ini bisa dibuat "pintu utamanya" dari pengasuhan," pesan Retno.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral