- Tim tvOne - Tim tvOne
Listrik Batam Kembali Normal, BP Batam Pastikan Layanan Air Bersih Pulih Bertahap dan Warga Tetap Terlayani
Batam, tvOnenews.com - Pasokan listrik di Batam kembali normal setelah gangguan yang melanda kota itu sejak Senin (12/10/2026).
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menyatakan kondisi kelistrikan telah pulih 100 persen berdasarkan informasi terbaru yang ia terima, dan memastikan pemerintah mengawal pemulihan layanan agar warga tetap terlayani.
Pemulihan layanan air bersih pun berjalan bertahap. Berdasarkan data BP Batam per Rabu (14/10/2026) pukul 06.00 WIB, sekitar 80 hingga 85 persen area pelanggan sudah kembali menerima aliran air pada elevasi normal. Untuk membantu warga di wilayah yang masih terganggu, BP Batam menyiagakan 319 trip mobil tangki.
Gangguan listrik berdampak pada aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga kegiatan dunia usaha. Setelah penanganan intensif oleh PLN Batam, Amsakar menyatakan kondisi kelistrikan Batam sudah pulih sepenuhnya.
“Berdasarkan informasi terbaru yang kami terima, kondisi kelistrikan Batam sudah pulih 100 persen,” tegas Amsakar, Selasa (13/10/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim teknis PLN Batam. Sejak kejadian berlangsung, BP Batam disebut terus berkoordinasi dengan Direksi PLN Batam beserta jajaran untuk memantau penanganan dan mendorong percepatan pemulihan.
“Kami memahami seluruh lapisan masyarakat merasakan langsung dampak gangguan ini. Karena itu, sejak awal kami terus berkoordinasi dengan PLN Batam dan seluruh pihak terkait agar penanganan berjalan cepat dan langkah-langkah yang diperlukan segera dilakukan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat,” ujarnya.
Distribusi Air Pulih Bertahap, 80-85 Persen Area Pelanggan Sudah Teraliri
Pasokan listrik yang kembali normal turut mendorong pemulihan layanan lain, termasuk distribusi air bersih, yang operasionalnya bergantung pada pasokan listrik dan kondisi jaringan perpipaan. Distribusi air berlangsung bertahap hingga jaringan perpipaan kembali terisi.
Data BP Batam per Rabu (14/10/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan sekitar 80 hingga 85 persen area pelanggan telah kembali menerima aliran air pada elevasi normal.
Bagi warga yang belum menerima aliran air secara normal, BP Batam mengajak masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai distribusi bantuan dan perkembangan pemulihan di wilayah masing-masing.
319 Trip Mobil Tangki Disiagakan, Prioritaskan Rumah Sakit dan Rumah Ibadah
Sebagai dukungan sementara selama jaringan pipa dipulihkan, BP Batam menyiapkan distribusi air menggunakan mobil tangki sebanyak 319 trip.
Prioritas diberikan kepada fasilitas kesehatan, rumah sakit, rumah ibadah, dan permukiman yang masih mengalami gangguan.
BP Batam memperkirakan pemulihan jaringan perpipaan secara keseluruhan masih membutuhkan waktu. Selama proses itu berlangsung, distribusi lewat mobil tangki akan terus dilakukan.
Sementara itu Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano menjelaskan, pulihnya operasional instalasi pengolahan air perlu diikuti proses pengisian kembali jaringan perpipaan.
“Jaringan perpipaan membutuhkan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil. Wilayah yang berada di ujung jaringan maupun kawasan dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama,” jelas Denny.
BP Batam Turun ke Lapangan, Dunia Usaha Ikut Dikawal
Dampak gangguan listrik juga dirasakan sektor industri dan pelaku usaha. BP Batam melalui Kedeputian Bidang Investasi di bawah kepemimpinan Fary Djemy Francis mengunjungi sejumlah kawasan industri, investor, pelaku UMKM, dan fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit, pada Selasa pagi.
Kunjungan itu dilakukan untuk mendengarkan kendala yang dihadapi, menyampaikan perkembangan penanganan, serta memastikan komunikasi dengan pelaku usaha tetap berjalan.
“Kami mengapresiasi kerja keras PLN Batam dalam mempercepat pemulihan. Dalam keadaan seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan. BP Batam ingin hadir, mendengar, dan memastikan masyarakat serta pelaku usaha tidak menghadapi kesulitan ini sendirian,” ujar Fary.
BP Batam juga berkoordinasi dengan pengelola layanan air minum, rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan pihak terkait lainnya untuk memantau dampak gangguan terhadap layanan publik.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad mengajak masyarakat Batam tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk evaluasi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan keandalan infrastruktur serta kualitas pelayanan publik di Batam.
“Sejak hari pertama berdampak, saya meminta seluruh jajaran baik di BP Batam maupun di Pemko Batam sesuai dengan tusinya agar turun dan mengecek setiap layanan dasar, masyarakat hingga dunia usaha. Pelayanan air terus kami monitor dan berangsur pulih. Kami juga pastikan pelayanan Rumah Sakit, Pelabuhan, Bandara tetap berjalan normal. Termasuk efek ekonomi kita pantau, UMKM hingga pelaku usaha seluruh aspek harus mendapatkan pendampingan optimal,” tegas Amsakar.
“Mari kita hargai upaya dan kerja keras semua pihak, sekaligus menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk berbenah dan memperbaiki pelayanan ke depan. Pemerintah akan terus mengawal prosesnya. Yang terpenting, mari kita jaga Batam tetap aman, kondusif, dan nyaman bagi semua,” tutup Amsakar.