news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kabut Asap Karhutla Papua Ganggu Penerbangan, Mengapa Kini Jadi Ancaman Keamanan Nasional?.
Sumber :
  • Antara

Kabut Asap Karhutla Papua Ganggu Penerbangan, Mengapa Kini Jadi Ancaman Keamanan Nasional?

Karhutla di Papua menurunkan jarak pandang penerbangan di Timika hingga 300 meter. Dampaknya mengancam distribusi logistik, layanan kesehatan, dan keamanan nasional.
Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:29 WIB
Reporter:
Editor :

Persoalan koordinasi juga menjadi perhatian. Pada 13 Oktober, Bupati Mimika Johannes Rettob meminta dukungan pemerintah pusat untuk menangani kebakaran di wilayah sumber asap. Permintaan ini memperlihatkan perlunya kerja sama lintas provinsi, terutama ketika wilayah yang terdampak tidak sama dengan lokasi kebakaran.

Di Papua, gangguan penerbangan memiliki konsekuensi lebih besar dibandingkan sekadar perubahan jadwal perjalanan. Wilayah pedalaman dan pegunungan sangat bergantung pada penerbangan perintis untuk mendistribusikan pangan, obat-obatan, tenaga kesehatan, serta mengangkut pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.

"Papua tidak dapat disamakan dengan daerah yang memiliki banyak pilihan transportasi. Di pedalaman dan pegunungan, penerbangan perintis membawa pangan, obat, pasien rujukan, tenaga kesehatan, dan kebutuhan pelayanan pemerintahan. Terputusnya satu rute dapat mengganggu lebih dari jadwal perjalanan: terjadi penumpukan penumpang, keterlambatan barang, kenaikan biaya distribusi, dan berkurangnya kepastian akses layanan dasar," ungkap Michael.

Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas. Penundaan atau pengalihan pesawat ketika jarak pandang berada di bawah ketentuan operasional merupakan langkah untuk melindungi penumpang dan awak. Tantangan kebijakan justru terletak pada bagaimana mencegah kebakaran meluas serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan penting ketika jalur udara terganggu.

Mengapa Kabut Asap Bisa Menjadi Risiko Keamanan Nasional?

Bandara di Papua mempunyai peran strategis karena mendukung kesinambungan distribusi barang dan pelayanan publik. Ketika operasionalnya terganggu berulang kali, dampak berpotensi menjalar ke berbagai sektor, termasuk kenaikan biaya distribusi, keterlambatan pasokan obat, hingga terhambatnya evakuasi medis.

Michael menilai, pemerintah perlu menghubungkan berbagai indikator yang selama ini kerap dipantau secara terpisah, seperti titik panas, kekeringan, arah angin, ketebalan asap, jarak pandang bandara, cadangan logistik, dan kapasitas fasilitas kesehatan.

"Kajian strategis semestinya mampu menghubungkan indikator yang sering diperlakukan terpisah: kenaikan titik panas, kekeringan, arah angin, ketebalan asap, jarak pandang di bandara, cadangan logistik, dan kemampuan fasilitas kesehatan. Namun, ketika beberapa indikator memburuk bersamaan, keputusan pemerintah harus berubah dari pemantauan biasa menjadi tindakan pencegahan," tegasnya.

Menurut dia, setidaknya terdapat tiga skenario yang perlu diperhitungkan. Pertama, gangguan singkat yang menyebabkan penundaan penerbangan selama beberapa jam. Kedua, gangguan berulang yang membuat jadwal pesawat tidak menentu dan meningkatkan tekanan terhadap persediaan barang serta biaya distribusi. Ketiga, gangguan berkepanjangan yang menghambat akses pangan, obat-obatan, pasien rujukan, dan bantuan darurat ke wilayah pedalaman secara bersamaan.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral