- Istimewa
Tiga Warga Jadi Korban Penembakan dan Pembacokan di Dekat Kampung Ambon, Alami Luka di Punggung hingga Telinga
Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak tiga orang warga diduga menjadi korban pembacokan hingga penembakan di Jalan Tanggul Timur, Cengkareng, Jakarta Barat. Lokasi tepatnya seberang Kompleks Permata atau Kampung Ambon, pada Rabu (14/10/2026) sore.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
“Terjadi suatu peristiwa, yaitu pembacokan dan penembakan di Jalan Tanggul Timur. Berhadapan dengan Kampung Ambon atau Kompleks Permata yang kemarin kita lakukan penggerebekan. Kita lakukan pemusnahan barang bukti dan kita melakukan penghancuran lapak. Korban tiga orang,” kata Nasriadi, kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Nasriadi menerangkan peristiwa ini terjadi saat ketiga korban tengah bersantai di pinggir kali. Kemudian tiba-tiba dihampiri oleh sebuah kendaraan.
“Kronologisnya adalah ketika korban tiga orang sedang bersantai di pinggir kali menikmati sore hari tiba-tiba datang kendaraan,” terang Nasriadi.
Selanjutnya beberapa orang tak dikenal turun dari kendaraan tersebut dan langsung menyerang menggunakan senjata tajam hingga senjata api.
“Setelah itu, turun beberapa orang langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan menggunakan senjata api,” jelasnya.
Atas peristiwa ini, dua orang korban mengalami luka akibat senjata tajam di lengan maupun di punggung dan satu korban tertembak di telinga atau luka telinga karena senjata api.
“Ketiga korban dalam keadaan saat ini telah kita bawa langsung ke rumah sakit dalam proses perawatan dan korban dinyatakan sehat, sadar, bisa menyampaikan kronologis kejadian,” ungkap Nasriadi.
Nasriadi menjelaskan pihaknya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara atas kejadian ini dan ditemukan adanya barang bukti berupa dua proyektil peluru yang sudah tinggal selongsongnya dan satu proyektil peluru yang masih utuh.
“Kita akan cek balistik peluru tersebut. Saat ini anggota kami masih melakukan proses penyelidikan untuk mengetahui pelaku penyerangan tersebut. Apakah ada hubungannya dengan peristiwa penggerebekan Kampung Ambon ini atau tidak ada,“ terang Nasriadi. (ars/nsi)