- Threads/firda_6697/ayun_ayunnn
IDAI Beberkan 6 Bahaya Karhutla, Anjurkan Orang Tua Batasi Aktivitas Anak di Luar Ruangan
Jakarta, tvOnenews.com- Ikatan dokter anak indonesia (IDAI) menjelaskan ada enam enam bahaya dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk anak.
Bahaya ini bisa berdampak langsung ataupun dalam jangka waktu panjang kepada anak. Sehingga para orang tua perlu berhati-hati dan mengawasi aktivitas anak.
- Antara
Dalam paparan IDAI, dijelaskan keenam bahaya karhutla berupa Karhutla 10x lebih toksik bagi pernapasan anak dibanding sumber PM2.5 lain.
Kedua, setiap kenaikan 10 µg/m³ PM2.5 meningkatkan rawat inap asma 6% dan kunjungan IGD ±7%.
Ketiga, dapat memicu ISPA dan eksaserbasi asma, bronkiektasis, serta penyakit paru kronik.
Keempat, bisa memicu stres oksidatif & inflamasi saluran napas pada anak.
Kelima, anak lebih rentan karena paru & sistem imun masih berkembang.
- Zoom IDAI
Keenam, akan ada risiko lebih tinggi pada anak dengan PJB (penyakit jantung bawaan) dan riwayat displasia bronkopulmonal.
Dengan begitu IDAI pun menyarankan agar para orang tua bisa menyiapkan "ruang bersih" (clean room) di rumah/ruangan dengan sedikit jendela dan pintu, dilengkapi alat pembersih udara portabel (bukan tipe ozone-generating).
Dalam kesempatan itu, Ketua IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, menyampaikan anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak dalam bencana, perlu batasi aktivitas di luar ruangan.
Dengan begitu, mengobati anak yang mengalami gangguan kesehatan akibat karhutla bisa dilakukan, katanya, tetapi pencegahan harus lebih diutamakan.
"Jadi aktivitas luar ruangan perlu dibatasi. Kemudian sekolah dan fasilitas pendidikan juga mungkin kita advokasi supaya mengutamakan pembelajaran jarak jauh atau online," jelas dr. Piprim dalam Seminar Media dengan topik “Dampak Asap Karhutla Pada Anak Dan Pertolongan Pertama Saat Karhutla” melalui zoom meeting, Jumat (17/10/2026).
Kemudian orang tua dianjurkan untuk selalu memantau informasi secara daring untuk mengetahui kualitas udara. Dia juga mengingatkan pentingnya penggunaan masker.
"Jangan lupa bahwa bayi dan balita di bawah 2 tahun ini agak sulit untuk menggunakan masker bahkan tidak dianjurkan," ujarnya.
Untuk diketahui, kualitas udara dari laman IQAir pada Sabtu (17/10/2026), Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta sempat berada di angka 171 pada pagi hari atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 84 mikrogram per meter kubik.