news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Anak SMP Mulai Lawan Penipuan Digital lewat Teknologi, Ini 3 Inovasi Keuangan yang Bisa Jadi Contoh.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Anak SMP Mulai Lawan Penipuan Digital lewat Teknologi, Ini 3 Inovasi Keuangan yang Bisa Jadi Contoh

Teknologi bisa membantu anak belajar mengelola uang dan mengenali penipuan digital. Simak tiga inovasi literasi keuangan buatan siswa SMP Indonesia
Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:36 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Teknologi kini bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk belajar dan mencari hiburan, tetapi juga untuk memahami cara mengelola uang. 

Melalui simulasi keuangan, permainan edukatif, hingga aplikasi pencatatan pengeluaran, anak-anak dapat belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran, serta memahami konsekuensi dari keputusan finansial sehari-hari.

Kemampuan tersebut semakin penting ketika transaksi digital menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Anak muda dapat mengenal pembayaran elektronik dan berbelanja melalui aplikasi sejak usia sekolah. 

Namun, kemudahan bertransaksi tidak selalu diikuti pemahaman tentang risiko, seperti penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, hingga kebiasaan menghabiskan uang tanpa perencanaan. Karena itu, literasi keuangan perlu mencakup kemampuan menggunakan layanan digital secara aman, bukan sekadar mengetahui cara melakukan pembayaran.

Lantas, bagaimana cara mengenalkan persoalan keuangan kepada anak tanpa membuatnya terasa seperti pelajaran yang rumit? Salah satu pendekatannya adalah melalui teknologi yang interaktif dan dekat dengan kehidupan mereka. 

Siswa bisa berlatih menghadapi situasi finansial melalui permainan, mencatat uang saku secara digital, atau menyusun solusi untuk masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan praktik semacam ini, pengetahuan keuangan dapat diterapkan dalam keputusan sehari-hari.

Akses Keuangan Tinggi, Pemahaman Pelajar Masih Perlu Diperkuat

Kesenjangan antara akses dan pemahaman keuangan menjadi salah satu tantangan dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat. 

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dikutip dalam keterangan program, indeks inklusi keuangan kalangan pelajar mencapai 92,76 persen, sedangkan indeks literasinya tercatat 62,72 persen.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa akses terhadap layanan keuangan belum tentu sejalan dengan pemahaman tentang cara menggunakannya. Padahal, kemampuan mengelola uang, mengenali risiko, dan mempertimbangkan konsekuensi keputusan merupakan bekal penting bagi generasi muda.

Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Halimatus Sa’diyah, menilai pelajar perlu menjadi salah satu sasaran prioritas dalam penguatan literasi keuangan.

“Pelajar merupakan salah satu segmen prioritas dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan karena tingkat pemahaman dan penggunaan layanan keuangannya masih berada di bawah rata-rata nasional,” kata Halimatus dalam JA SparktheDream Social Challenge Indonesia Final 2026, sebagaimana dilansir ANTARA.

Berita Terkait

1
2 3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral