- tangkapan layar YouTube tvOnenews
Cerita Ibu Korban Sempat Ancam Tersangka Pembunuhan di Madiun ke Polisi: Ada Firasat Aneh
Jakarta, tvonenews.com- Ibu dari korban pembunuhan di Madiun, menyampaikan sempat memiliki firasat tidak enak sebelum tahu Dini Hardayanti dibunuh suami sirinya, Dwi Bagus Martono.
Hal tersebut dijelaskannya dalam acara Apa Kabar Indonesia Siang, disiarkan di youtube tvonenews. Ibu dari Dini alias DH itu, tidak menduga sang anak yang di bawa ke Hotel menjadi korban pembunuhan.
Firasat tidak enaknya muncul setelah DH mematikan panggilan video (video call) secara mendadak. Lalu pesannya tidak terkirim dan tidak kunjung direspons.
"katanya mau ada acara, tidak lama itu Bagus datang dan marah, dan ngobrol bentar langsung mati video callnya," katanya dikutip dari youtube tvonenews, Jumat (30/10/2026).
"terus saya wa kenapa teh kok gak aktif lagi, saya cek ceklis ya saya anggap 'oh lagi ada acara ulang tahun, tapi hati ibu janggal aneh' kok ini tidak ada video. Kan ada cara pasti ada video, dan ibu tlp sudah nggak aktif, dan suaminya saya tlp gak diangkat," jelas ibu DH.
- YouTube tvOnenews
Dalam ceritanya tersebut, Ibu DH melakukan panggilan berkali-kali diduga di hari korban dibunuh. Korban berada di Hotel bersama anaknya yang berusia 4 tahun.
Pada hari besoknya, Ibu DH kembali mencoba menghubungi sang anak. Dengan perasaan tidak enak itu, ia pun meminta tolong pada keluarga lainnya untuk mengirim pesan ke tersangka Bagus.
Suami siri Dini, ia sebut juga tidak menjawab panggilan dan tidak membalas pesan ibu korban di hari yang sama.
Setelah dilakukan upaya komunikasi, dengan meminta tolong saudara lain. Lalu ibu korban, kembali mencoba kirim pesan ke suami siri sang anak dengan nada ancaman mau lapor ke Polisi.
"Akhirnya saya kirim pesan 'maaf ganggu, mau tanya aja bagaimana kabarnya neng dan koko? kalau sehat alhamdulillah," cerita Ibu DH.
"akhirnya, saya minta tolong kirim pesan lagi, saya ancam 'kalau nggak dibls saya lapor polisi saja ya' terus 1 jam kemudian dia jawab katanya (korban) kabur," sambung cerita ibu korban.
Untuk diketahui, polisi menyebut tersangka DBM merupakan lulusan salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia dengan tes psikologis di atas rata-rata.
"Hasil tes psikologisnya memang sudah keluar. Memang ada kecenderungan tersangka ini bersifat superior,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Roy Hutton Marulamrata Sihombing, dikutip dari Antara.
Seperti diketahui, kasus ini melibatkan dua korban, yakni Dini Hardiyanti alias DH (30) dan anaknya yang masih berusia empat tahun. Keduanya menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka, yang diketahui merupakan suami siri.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, peristiwa tersebut diduga terjadi pada September 2026 di Kota Madiun.
Polisi menelusuri kasus ini setelah keluarga korban melaporkan hilangnya ibu dan anak tersebut karena keduanya tidak dapat dihubungi.
Penyelidikan kemudian mengarah kepada Dwi Bagus dan polisi mengumpulkan sejumlah petunjuk, termasuk keterangan yang diperoleh selama pemeriksaan dan bukti lain yang berkaitan dengan perkara tersebut. Tersangka akhirnya ditangkap di Kabupaten Jombang pada Minggu (25/10/2026).(klw)