- ANTARA
Kemenperin Turun Tangan Usai Insiden Gas di Karawang, Ini Fokus Pemeriksaannya
tvOnenews.com - Asap dan gas berbau menyengat yang muncul di kawasan industri Karawang, Jawa Barat, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026, memunculkan kekhawatiran warga di sekitar lokasi.
Sejumlah orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, termasuk sesak napas, setelah insiden pelepasan gas terjadi di area PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa risiko operasional industri tidak selalu berhenti di dalam pagar pabrik.
Ketika terjadi gangguan dalam penyimpanan, penanganan, atau penggunaan bahan kimia, dampaknya berpotensi menjangkau lingkungan sekitar dan memengaruhi kesehatan masyarakat. Karena itu, kecepatan penanganan darurat perlu berjalan beriringan dengan pemeriksaan penyebab kejadian.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan keselamatan warga dan pekerja menjadi prioritas dalam penanganan insiden tersebut.
Pemerintah juga akan menerjunkan tim untuk memeriksa kondisi di lapangan, menelusuri sumber masalah, serta mengevaluasi penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan. Langkah ini penting untuk memastikan insiden serupa tidak kembali terjadi.
Reaksi Kimia Diduga Picu Pelepasan Gas di Area Pabrik
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang berdampak pada kesehatan sejumlah warga di sekitar perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas insiden pelepasan gas di PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Karawang, yang berdampak pada masyarakat sekitar. Keselamatan dan kesehatan masyarakat serta para pekerja menjadi prioritas utama kami," kata Putu.
Berdasarkan laporan awal yang diterima Kemenperin, insiden diduga berawal dari reaksi kimia pada material yang terkena air hujan ketika berada di area persiapan pengiriman. Hujan deras disertai angin kencang disebut menyebabkan air mengenai material tersebut hingga memicu munculnya asap dan gas dengan aroma menyengat.
Kejadian pertama kali dilaporkan pada Kamis (29/10) sekitar pukul 04.52 WIB. Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 04.55 WIB, tim tanggap darurat perusahaan dilaporkan mulai melakukan penanganan. Upaya tersebut mencakup pengendalian penyebaran gas dan penanganan sumber reaksi kimia untuk mencegah dampak yang lebih luas.