- tvOneNews
Dituduh Ngaku Jadi Imam Mahdi hingga Tipu Rp1,3 Miliar, Pria Bangkalan Ancam bakal Lapor Balik Korban ke Polisi
Bangkalan, tvOnenews.com - Sosok FF, warga Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akhirnya muncul ke hadapan publik. Ia memberikan klarifikasi terkait tudingan yang menyebut dirinya mengaku sebagai Imam Mahdi.
Dalam keterangannya, FF membantah tuduhan telah melakukan penipuan terhadap sejumlah jemaah, termasuk H yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp1,3 miliar.
Merasa dirugikan oleh tuduhan tersebut, FF berencana melaporkan balik pihak yang mengadukannya ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik.
FF menceritakan, perkenalannya dengan H bermula pada 2014. Ia tidak membantah bahwa H menganggap kakaknya yang berinisial Gus Y sebagai guru spiritual.
"Kakak saya saat itu senang mahasiswa dikumpulkan, termasuk yang bidik misi. Mereka berkumpul dengan kegiatan positif seperti pengajian dan sholawat," ujar FF di Jalan Nusa Indah, Bangkalan, Sabtu (31/10/2026).
Menurut FF, H bersama para santri lainnya sangat menghormati dan mematuhi Gus Y. Kegiatan serta pola pengajaran yang diberikan juga mengandung nilai-nilai kepatuhan terhadap orang tua dan guru.
Pindah Mengikuti Ajaran Ayah FF
- tvOneNews
Setelah lima tahun menjadi pengikut Gus Y, para jemaah mengalami perubahan arah setelah kakak FF meninggal dunia pada 2019. Sejumlah pengikutnya, termasuk H, kemudian mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh ayah FF berinisial AS.
FF menambahkan, para pengikut tersebut juga rutin menghadiri kegiatan sholawat yang digelar. Terkait dugaan aliran uang dari H, ia menegaskan tidak pernah menentukan nominal maupun meminta sejumlah uang kepada orang-orang yang mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.
"Mengenai uang-uang tersebut, saya bersaksi saya tidak pernah. Artinya, menargetkan uang atau apa pun," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa H memang beberapa kali meminta bantuan kepada AS untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupannya. Namun, FF mengaku tidak mengetahui secara terperinci mengenai uang yang diberikan H kepada ayahnya.
Menurut FF, hal tersebut lantaran dirinya dan AS tinggal di tempat yang berbeda. Ayahnya menetap di Kamal, sedangkan ia tinggal di Blega.
"Si pelapor ini lebih banyak tentang hajat, tentang kepentingannya, tentang apa-apa saja meminta syarat atau dan lain sebagainya itu ke almarhum abah saya. Dengan saya hanya soal sholawat. Abah saya dan saya juga tidak tinggal serumah," terangnya.