- Instagram @merekamjakarta
Keterangan Penjaga Toilet Umum Dekat Stasiun Kebayoran Lama: Mengira Aksi Sodomi, Bukan Pembunuhan Bayi
Jakarta, tvOnenews.com — Penjaga toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ikut memberi kesaksian terkait pembunuhan terhadap bayi perempuan berusia 20 bulan.
Menurut kesaksian penjaga toilet tersebut, ia justru tidak mengira kalau ini adalah kasus pembunuhan, melainkan aksi sodomi yang dilakukan pelaku.
Bayi perempuan berusia 20 bulan berinisial SF tewas di tangan ayah tirinya, AR (22) di sebuah toilet umum dekat Stasiun Kebayoran Lama, Sabtu (31/10/2026) pukul 23.00 WIB.
Aksi ini awalnya tidak diketahui oleh JM (19), ibu korban yang mengira putri kecilnya tersebut meninggal dunia dikarenakan sakit, bukan dibunuh AR.
Keduanya lalu mengubur SF di semak-semak kawasan Bendungan Hilir (Benhil) karena tak punya biaya setelah membawa jasad anaknya dari daerah Stasiun Kebayoran Lama.
Mirisnya, kedua sejoli yang tak terikat hubungan pernikahan itu membawa jasad SF hanya dengan kain beserta plastik kresek sebelum dikuburkan.
Kesaksian Penjaga Toilet
- Instagram @merekamjakarta
Kasus pembunuhan ini berhasil diungkap Polsek Kebayoran Lama di bawah pimpinan Kapolsek Kompol Seala Syah Alam dan Kanit Reskrim AKP Yuri.
Menurut Kapolsek Kebayoran Lama Seala Syah Alam, penjaga toilet umum awalnya mengira kalau di tempatnya telah terjadi kasus penyimpangan seksual sodomi.
“Peristiwa awalnya diketahui oleh pemilik toilet umum. Warga melapor dikiranya peristiwa sodomi,” tegas Seala.
Hal ini bahkan dikonfirmasi langsung oleh Kanit Reskrim AKP Yuri yang datang langsung ke lokasi kejadian dan bertemu dengan penjaga toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama.
- Instagram @merekamjakarta
“Sampean udah curiga tuh ya?,“ tanya AKP Yuri.
“Saya curiganya malah sodomi doang,“ jawab penjaga toilet lokasi pembunuhan bayi SF.
“Dikiranya ke situ,“ timpal Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama tersebut.
Sampai kemudian setelah tim dari Polsek Kebayoran Lama melakukan olah TKP, ditemukan kasus pembunuhan terhadap bayi berusia 20 bulan berinisial SF.
Diketahui bahwa pelaku yang menghilangkan nyawa SF adalah AR (22). Saat reka adegan, ia mengaku kesal terhadap sang bayi hingga mencelupkan kepalanya ke dalam bak air.