- ist
6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi
tvOnenews.com - Kematian seorang balita perempuan berusia 20 bulan di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menyisakan sejumlah fakta yang mengkhawatirkan.
Polisi menduga anak tersebut menjadi korban kekerasan yang dilakukan ayah tirinya, sementara ibu kandungnya turut terseret dalam penyidikan.
Kasus ini tidak hanya mengungkap dugaan penganiayaan yang berujung kematian. Pemeriksaan forensik juga menemukan tanda-tanda kekerasan lama pada tubuh korban, disertai kondisi gizi yang tidak sesuai dengan usianya.
Di tengah proses penyidikan, sejumlah temuan mulai mengungkap bagaimana peristiwa tersebut terjadi, termasuk upaya menyembunyikan jasad korban setelah meninggal dunia.
Berikut enam fakta mengerikan di balik kasus kematian balita di Kebayoran Lama.
1. Balita diduga mengalami kekerasan berulang
Polisi mengungkapkan bahwa ayah tiri korban berinisial AR diduga melakukan kekerasan terhadap balita tersebut sebanyak dua kali di sebuah fasilitas toilet umum di sekitar Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (31/10/2026) malam. Dalam rekonstruksi yang digelar Minggu (1/11/2026), AR memperagakan sejumlah adegan yang berkaitan dengan dugaan penganiayaan tersebut.
Salah satu barang bukti yang diamankan polisi adalah ember yang diduga digunakan untuk melakukan kekerasan terhadap korban.
Namun, penyebab pasti kematian balita tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan forensik lanjutan.
2. Ditemukan tanda kekerasan lama dan baru
Temuan yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang diperkirakan berasal dari waktu berbeda.
Dokter spesialis forensik RS Polri Kramat Jati, dr. Asri Megaratri Pralebda, mengungkapkan bahwa pemeriksaan menemukan tanda kekerasan pada wajah, dada, perut, serta keempat anggota gerak korban.
- Instagram @merekamjakarta
Temuan tersebut mencakup kekerasan baru maupun lama.
"Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak, baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama," ujar Asri dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).
Adanya luka lama menjadi bagian penting dalam penyidikan untuk mengetahui riwayat kekerasan yang mungkin dialami korban sebelum peristiwa terakhir.