news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)..
Sumber :
  • Istimewa

Strategi Pemprov Jawa Tengah Kurangi Limbah Minyak: Libatkan ASN hingga Kader Posyandu

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 
Selasa, 3 November 2026 - 19:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan provinsi tersebut mengumpulkan minyak goreng bekas (jelantah) dalam jumlah fantastis melalui partisipasi aktif para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dalam aksi kolektif ini, sebanyak 60.680 pegawai berhasil menghimpun 31.032,44 liter minyak jelantah. 

Nilai ekonomi dari limbah yang terkumpul tersebut ditaksir mencapai Rp217,23 juta. 

Piagam penghargaan MURI diserahkan langsung oleh Senior Representative MURI Wilayah Semarang dan Jawa Tengah, Ari Andriani, kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar mengejar rekor, melainkan langkah strategis untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mencegah pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah minyak yang sembarangan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menjelaskan bahwa suksesnya gerakan ini didukung oleh keterlibatan 35 kabupaten/kota. 

Sinergi lintas sektor, termasuk peran kader PKK dan Posyandu, menjadi kunci dalam mengedukasi masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

Langkah Awal Menuju Pengelolaan Berkelanjutan

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan PT Biosirkular Inovasi Indonesia yang bertindak sebagai mitra dalam pengelolaan material. 

CEO Biosirkular, Dicka Dwi Candra, menekankan bahwa pencapaian rekor ini hanyalah awal dari sistem pengelolaan limbah yang lebih besar.

"Rekor MURI ini adalah titik awal, bukan garis akhir. Lebih dari 31 ribu liter minyak jelantah yang terkumpul membuktikan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap limbah ternyata memiliki nilai ketika dikelola bersama. Tantangan berikutnya adalah bagaimana gerakan ini terus tumbuh, menjadi kebiasaan masyarakat, dan menciptakan manfaat ekonomi serta lingkungan yang berkelanjutan," ujar Dicka.

Sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat dalam menyetorkan minyak bekas, pihak Biosirkular kini telah menyediakan inovasi berupa BioDrop. 

Mesin yang menyerupai ATM minyak jelantah ini memungkinkan warga untuk menyetor limbah secara mandiri sekaligus mendapatkan catatan nilai secara digital. (dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral