news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

AR (22) pelaku pembunuhan bayi berusia 20 bulan di toilet umum dekat Stasiun Kebayoran Lama.
Sumber :
  • Instagram @merekamjakarta

Kesaksian Pembunuhan Tragis Balita di Kebayoran Lama: Tangisan Tak Berhenti Terdengar dari Bilik WC Umum

Diketahui, kepolisian telah menetapkan sang ayah tiri berinisial AR (22) dan ibu kandung berinisial JM (20) sebagai tersangka kasus pembunuhan itu.
Rabu, 4 November 2026 - 01:33 WIB
Reporter:
Editor :

Kala itu, sang anak telah tak berdaya dengan kondisi wajah yang memucat hingga mengalami muntah di hadapannya.

Tragisnya, pelaku justru mengelabui Lutfi dengan menyebut sedang memberi pelajaran terhadap korban yang disebutnya berbuat kenakalan.

JM, ibu balita korban pembunuhan di toilet umum Kebayoran Lama
Sumber :
  • Instagram @merekamjakarta

"Tapi anak itu mau samperin saya. Samperin saya dengan jalan sendiri. Sebelum sampai ke depan saya, samperin saya, terus dia muntah. Muntah air. Memang air isinya. 'Anak lu kenapa lagi tuh? Lagi sakit?' 'Iya, Bang, lagi ini.' Ya sudah," kata Lutfi.

Saat itu, pelaku pun meminta sebuah celana kotor yang berada tepat di halaman WC umum.

Lutfi pun mengaku iba melihat celana yang tak layak dipakai itu akan dikenakan kepada balita malang tersebut.

"Orang dewasanya itu, ngomong sama saya, 'Bang, ini celana dipakai enggak, Bang?' Kan ada keset buat lap kaki tuh. 'Buat apaan?' 'Buat anak saya pakai, saya pakaiin buat anak saya,' katanya. Anaknya enggak ada celana. 'Kalo emang ini entar saya ambilin nih di rumah bekas anak saya, jangan pakai itu, itu kan kotor,' saya bilang. 'Boleh, Bang, boleh, Bang,' katanya," jelasnya.

Tak lama berselang, Lutfi pun bergegas kembali ke rumahnya yang tak jauh dari kawasan Pasar Kebayoran Lama untuk mengambil celana anak itu.

Kembalinya ia dari rumah, Lutfi mengaku mendapati korban dengan para pelaku telah menyeberang jalan tanpa menghiraukan permintaannya tersebut.

"Kisaran pokoknya jam 3.00 pagi, saya mendengar lagi suara antara suara anak kecil apa suara kucing. Cuman, 'Ah, masa yang tadi sih?' Kan udah pergi, enggak mungkin. Dan istri saya belum bilang kalau itu orang sudah tiga kali bolak-balik kamar mandi itu. Sudah tiga kali, tiga hari," katanya.

Keesokan pagi, Lutfi pun terkejut dengan kedatangan sejumlah personel kepolisian menghampirinya.

Anggota polisi itu menanyakan kepadanya terkait peristiwa penyiksaan yang berlangsung.

"Pas besok paginya nih, tiba-tiba polisi datang banyak. Saya kaget. Lah berarti semalem, saya sudah sempat emosi juga tuh. Semalem anak lu disiksa berarti di sini," kata Lutfi.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral