news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kasus Pembunuhan Sadis di Kota Madiun, 15 Fragmen Tulang Diserahkan kepada Keluarga.
Sumber :
  • Syamsul Huda

Kasus Pembunuhan Sadis di Kota Madiun, 15 Fragmen Tulang Diserahkan kepada Keluarga

Isak tangis keluarga mengiringi penyerahan 15 fragmen tulang milik DH (30) dan anaknya, EGF (4) di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Rabu (4/11/2026).
Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com - Isak tangis keluarga mengiringi penyerahan 15 fragmen tulang milik DH (30) dan anaknya, EGF (4) di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Rabu (4/11/2026). Potongan tulang tersebut merupakan sisa tubuh kedua korban dalam kasus pembunuhan sadis yang dilakukan Dwi Bagus Martono (DBM) dan menggemparkan masyarakat.

Harti (58), ibu kandung DH sekaligus nenek EGF, mendatangi RS Bhayangkara Polda Jatim sekitar pukul 13.00 WIB. Kedatangannya didampingi dua anggota keluarga lainnya serta kuasa hukum, Ikbal Sermaf. Suasana haru tak terbendung ketika keluarga menerima sisa-sisa tulang kedua korban.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol dr Wahono Edhi Prastowo, mengungkapkan bahwa tim forensik menemukan dan memeriksa sebanyak 15 fragmen tulang. Seluruh bagian tersebut telah dipastikan merupakan tulang manusia melalui pemeriksaan medis dan pengujian DNA.

"Dari pemeriksaan 15 fragmen tulang yang telah dilakukan, dipastikan serpihan tersebut merupakan tulang manusia, dari dua orang," terangnya.

Menurut Wahono, pemeriksaan DNA dilakukan dengan menggunakan sampel darah dari ibu korban. Hasil pengujian tersebut telah diterima pada Jumat (30/10/2026) dan menunjukkan kecocokan atau identik dengan hasil identifikasi yang dilakukan tim Dokkes Polda Jatim.

"Pemeriksaan DNA denga mengambil sampel dari ibu korban, dan menunjukkan kecocokan atau identik." tambahnya.

Meski demikian, petugas masih mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi secara terpisah setiap fragmen tulang yang berasal dari DH maupun EGF. Ukuran potongan yang sangat kecil membuat proses pengelompokan berdasarkan struktur anatomi tidak dapat dilakukan secara menyeluruh. Dari 15 fragmen tersebut, hanya satu bagian yang dikenali sebagai tulang panggul, sementara lainnya berupa serpihan.

Wahono menegaskan, meskipun pemisahan setiap potongan tulang sulit dilakukan, hasil pemeriksaan memastikan bahwa fragmen tersebut berasal dari dua individu berbeda, yakni Dini dan anaknya.

"Yang terkumpul adalah tulang dari dua orang manusia," tegasnya.

Selanjutnya, kedua peti jenazah tersebut dibawa ke kampung halaman korban, di Kabupaten Bogor, dengan menggunakan ambulans Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, untuk dikebumikan. (sha/far)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:21
14:13
09:50
04:54
08:02
14:03

Viral